Paramotor, Apa Bedanya dengan Paralayang?

Tak banyak yang tahu soal paramotor, tak banyak yang mau juga menjajalnya. Maklum, olahraga ini cuma buat mereka yang bernyali tinggi.

Paramotor sebenarnya tidak beda jauh dengan paralayang, olahraga yang memadukan petualangan dan wisata. Hanya saja, tidak seperti paralayang yang harus dilakukan di bukit yang tinggi, paramotor bisa dilakukan di lapangan yang luas dan anginnya kencang, asalkan tidak tertutup bangunan atau gedung tinggi.

Paramotor dapat lepas landas dari tempat yang rendah dan terbang dengan didorong baling-baling yang digerakkan dengan mesin. Baling-baling inilah yang mendorong pilot hingga akhirnya bisa lepas landas, atau istilahnya powered paragliding. Istilah paramotor pertama kali digunakan oleh orang Inggris, Mike Byrne pada 1980  dan dipopulerkan di Perancis sekitar 1986.

Ada dua tipe paramotor yang digunakan, yaitu dengan peluncuran kaki dan peluncuran roda. Peluncuran kaki terdiri dari bingkai yang menggabungkan powerplants (mesin), baling-baling yang dikurung, dan harness yang dilengkapi dengan kursi terintegrasi dengan gesper rilis cepat ke bagian belakang operator. 

Sedangkan model peluncuran roda termasuk beberapa gerobak, memiliki 3 atau 4 roda, dengan kursi untuk satu atau dua pilot. Paramotor tidak bisa disamakan dengan Parachute Powered karena paramotor umumnya jauh lebih berat, lebih kuat, dan memiliki kemudi yang berbeda.

Hal yang paling sulit dari paramotor adalah pengendalian sayap (paraglider) di tanah,  baik selama peluncuran maupun saat mendarat. Untuk memulai olahraga ini, diwajibkan menggunakan perlengkapan, seperti parasut, helm dengan koneksi radio khusus buat terbang, dan sepatu khusus serta HT.

Para penggemar olahraga ini wajib memiliki pengetahuan, mulai teknik menerbangkan paramotor, dari proses saat di bawah, teknik melakukan emergency landing, hingga teknik mengendalikan paramotor di udara. Untuk itu, perlu pelatihan khusus. Pelatihan khusus pilot Paramotor salah satunya di daerah Lido, Sukabumi, yaitu klub yang memberi fasilitas pelatihan paramotor

Mesin pendorong yang digunakan pada paramotor merupakan perangkat ringkas yang mudah dibongkar pasang dalam beberapa menit. Mesin ini digunakan pilot untuk menentukan arah dengan parasut. Mesin dua-stroke antara 80cc dan 350cc dengan bahan bakar bensin campuran dan minyak bisa digunakan sekitar 3,7 liter bahan bakar per jam, tergantung efisiensi paraglider, bobot motor dan pilot serta kondisi lingkungan. Semakin besar pilot, maka semakin besar pula ukuran sayap dan daya dorong yang diperlukan untuk peluncuran.

Pada kategori aman, parameter angin adalah 0 - 15 km per jam, hanya saja untuk yang baru pelatihan hanya diperlukan angin berkecepatan 4-8 km per jam. Ketinggian yang dicapai maksimal 1000 meter di atas permukaan laut dan biasanya antara 50-100 meter di atas permukaan laut. Untuk yang sudah berpengalaman, harus belajar ketinggian 2 meter di atas permukaan laut, karena ketinggian ini biasanya yang dipertandingkan diantara paramotor.

Beberapa lokasi di Indonesia yang sering dipakai sebagai lokasi paramotor diantaranya Lampung di lapangan Reklamasi Gudang Agen, Telukbetung, di Anyer, Jogja di Parangtritis, dan Amurang (Manado). Masing-masing spot tersebut memiliki keistimewaan tersendiri. Bagi penggemar foto udara, keindahan dari atas ini sering kali menjadi sasaran objek foto yang menarik.