Ini Rahasia Kenikmatan Lemang Palembang

Lemang menjadi sajian yang wajib ada saat acara khusus atau acara perayaan. Pada pesta adat, pesta pernikahan dan hari besar Islam sering disajikan lemang. Biasanya disajikan dalam bentuk potongan kecil di atas piring kecil bersama tape ketan.

Jika Sobat Pesona berkunjung dan berwisata ke Palembang wajib untuk mencicipi kuliner khas yang ada di daerah ini. Ternyata selain pempek, lemang juga menjadi kuliner yang sayang jika dilewatkan. Makanan yang merupakan jajanan tempo dulu ini sering menjadi hidangan saat berbuka puasa.

Lemang menjadi sajian yang wajib ada saat acara khusus atau acara perayaan. Pada pesta adat, pesta pernikahan dan hari besar Islam sering disajikan lemang. Biasanya disajikan dalam bentuk potongan kecil di atas piring kecil bersama tape ketan.

Bahan utama untuk membuat lemang adalah dari ketan putih. Ketan yang telah digulung di dalam selembar daun pisang kemudian dibakar dalam sebilah bambu. Aromanya sangat wangi dan rasa ketannya yang pulen sangat menggoda untuk terus memakannya. Sensasi rasanya sangat unik dari aroma bambu yang dibakar. Rasa gurih lemang berasal dari campuran ketan dengan santan kelapa.

Pembakaran lemang sangat unik. Bambu yang telah diisi lemang dibakar dengan secara tegak dengan posisi agak miring untuk memperoleh api. Tungku yang digunakan merupakan tungku khusus untuk pembakaran lemang. Bambu diputar-putar berkali-kali hingga lemang menjadi benar-benar matang dengan aroma yang harum.

Memasak lemang membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Api tungku yang digunakan untuk membakar lemang harus benar-benar dikontrol dengan baik. Ketika mulai dibakar harus menggunakan api yang besar hingga bambu terlihat layu. Setelah itu baru api dikecilkan dan menjadi bara api untuk mematangkan lemang. Bambu harus terus diputar agar lemang matang merata.

Ternyata ada rahasia agar ketan lemang tidak mudah menjadi basi. Ketan dicampur dengan kemiri yang dihaluskan sebelum dibungkus daun pisang dan dimasukkan ke bambu. Selain lemang menjadi lebih awet, kemiri dapat membuat rasa lemang lebih gurih dan pulen. Aroma daun pisang dan bambu yang dibakar menambah sensasi rasa lemang lebih nikmat.

Lemang sangat nikmat jika disantap hangat-hangat. Biasanya ditambah dengan tape ketan untuk memperoleh cita rasa yang lebih lezat. Ada juga yang mencampur lemang dengan sarikaya, kinca, selai, dan buah. Buah yang digunakan untuk teman makan lemang biasanya durian. Bahkan ada pula yang memakan lemang menggunakan telur, rendang, dan lauk lainnya.

Awalnya, lemang menjadi makanan dari Suku Semai dan orang Negrito yang tinggal di Kelantan. Oleh karena itu, lemang banyak ditemukan di daerah Melayu termasuk di Palembang. Jika datang ke Palembang pada saat bulan puasa akan banyak ditemui penjual lemang.


Foto: Jaka Thariq