Melihat Kampung Tionghoa Kuno di Kampung Gedong Bangka

Berkunjung ke Kampung Gedong Bangka harus jadi agenda wajib jika Sobat Pesona berkunjung ke Pulau Bangka Belitung. Kampung Gedong ini akan mengajak kita bernostalgia dengan kehidupan masyarakat Tiongkok pada zaman dahulu.

Berkunjung ke Kampung Gedong Bangka harus jadi agenda wajib jika Sobat Pesona berkunjung ke Pulau Bangka Belitung. Kampung Gedong ini akan mengajak kita bernostalgia dengan kehidupan masyarakat Tiongkok pada zaman dahulu. Kampung Gedong terletak di sebelah utara Pulau Bangka, tepatnya Desa Simpang Lumut, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka

Sobat Pesona akan langsung dibuat terkesan dengan arsitektur rumahnya bergaya Tiongkok kuno dan unik. Warga setempat menyebutkan bahwa rata-rata usia rumah di kampung ini  sudah mencapai 100 tahun. Bahkan dalam pembangunannya, rumah-rumah dalam kampung ini masih menggunakan pasak. Namun, seiring berkembangnya zaman, beberapa rumah dari kampung ini sudah mulai modern yaitu dengan menggunakan paku.

Rumah inilah yang membuat suasana Tiongkok zaman dulu begitu terasa, dengan teras yang cukup luas, dan terdapat lambang hio serta pemujaan di setiap rumah. Di antara rumah-rumah unik tersebut, berdiri kokoh bangunan yang didominasi warna merah yaitu kelenteng. Memang, kampung ini adalah sebuah kampung yang sepenuhnya dihuni oleh warga Tionghoa. Kampung Gedong ini disebut-sebut sebagai pecinan pertama yang berada di Pulau Bangka. Penghuni dari kampung ini adalah orang-orang China yang berasal dari Provinsi Guangdong lebih tepatnya adalah keturunan Tionghoa Hakka.

Ada banyak versi mengenai masuknya warga China ini. Menurut ahli sejarah, orang-orang Tiongkok Hakka ini memiliki lahan untuk menambang timah di masa Kesultanan Palembang. Versi lainnya mengatakan bahwa orang-orang China ini sudah datang ke Pulau Bangka pada abad ke- 18. Keahlian penduduk Guangdong yang dikenal sebagai pekerja tambang timah ini membuat Belanda sengaja mendatangkan mereka untuk menggarap timah di Indonesia.

Ada juga yang mengatakan bahwa awalnya orang-orang China ini datang ke Singkawang, Kalimantan Barat. Karena melihat keuntungan yang dapat diambil dari tambang timah, mereka akhirnya berpindah ke Pulau Bangka. Namun setelah tambang timah tidak lagi Berjaya, keturunan asli Tiogkok kini beralih profesi sebagai pengolah makanan laut. 

Setelah masa kejayaan tambang timah menyurut, keturunan Tiongkok di Pulau Bangka ini mencari pekerjaan lain untuk menyambung hidupnya di Indonesia. Mereka memilih untuk menjadi pengolah hasil laut menjadi kerupuk dan kemplang khas Bangka yang kemudian menjadi oleh-oleh khas Pulau Bangka Belitung.

Ada beragam kerupuk yang ditawarkan di sana. Dari kerupuk udang, cumi, ikan dan juga kemplang. Harganya bisa didapatkan mulai dari Rp 20 ribu rupiah. Di kampung tersebut, kita dapat melihat prosesnya secara langsung. Wah, jadi kita bisa bernostalgia sambil makan kerupuk enak!


Foto: Jaka Thariq