Liang Bua Ruteng, Gua Purbakala yang Menyimpan Sejarah

Liang Bua merupakan salah satu gua yang ada di bukit batu kapur di wilayah Manggarai. Liang Bua memiliki ukuran yang sangat besar, yakni dengan panjang 50 meter, lebar 40 meter dan tinggi 25 meter. Dengan ukuran Liang Bua yang sangat besar ini membuat masyarakat pernah memanfaatkannya sebagai tempat ibadah dan sekolah.

Mengamati isi Liang Bua Ruteng tidak saja menarik bagi para arkeolog, tetapi juga bagi wisatawan pada umumnya. Liang Bua ini berada di Dusun Golo Manuk, Desa Liangbua, Kecamatan Rahang Utara, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Gua ini terletak sekitar 200 meter dari pertemuan antara dua sungai, yakni Wae Racang dan Wae Mulu. Kedua sungai ini merupakan sungai besar yang di dalamnya mengandung temuan artefak batu dan batuan keras.

Liang Bua merupakan salah satu gua yang ada di bukit batu kapur di wilayah Manggarai. Liang Bua memiliki ukuran yang sangat besar, yakni dengan panjang 50 meter, lebar 40 meter dan tinggi 25 meter. Dengan ukuran Liang Bua yang sangat besar ini membuat masyarakat pernah memanfaatkannya sebagai tempat ibadah dan sekolah.

Nama Liang Bua menjadi terkenal setelah ditemukannya tengkorak kuno yang disebut Homo Floresiensis (manusia Flores) di tempat ini. Tengkorak ini ditemukan pada kedalaman enam meter. Homo Floresiensis merupakan seorang manusia pendek yang diperkirakan berasal dari 18.000 tahun yang lalu. Namun, bukan hanya tengkorak ini yang ditemukan. Pada kedalaman 10,7 meter, arkeolog menemukan beberapa tulang binatang purba, di antaranya adalah  gajah purba (stegodon), kadal, kura-kura, biawak, dan komodo.


Mengamati Isi Liang Bua Ruteng
Nama Liang Bua  berasal dari Bahasa Manggarai yang artinya “gua” atau “lubang sejuk”. Liang Bua beserta gua-gua lainnya yang berada berdekatan telah lama digali oleh para arkeolog. Penggalian tersebut dipercaya telah dilakukan sejak tahun 1930-an dan hasilnya dibawa ke Leiden, Belanda. Penggalian-penggalian terus dilakukan, baik di zaman kolonial Belanda hingga dilanjutkan di masa ini. 

Gua Liang Bua diperkirakan telah berumur  sekitar 190.000 tahun. Menuru perkiraan, gua ini terbentuk dari arus sungai yang mengalir dan  membawa bebatuan hingga menembus gundukan bukit. Setelah berlangsung lama dan membutuhkan proses yang sangat panjang, bebatuan itu kemudian menjadi batuan sedimentasi.

Di dalam Liang Bua Ruteng, kita akan menemukan staklatit cantik yang menghias dan  menjuntai dari langit-langit gua. Dipercaya bahwa gua ini telah dihuni oleh manusia modern sejak sepuluh ribu tahun silam. Dan, jauh sebelumnya, telah ada manusia kerdil alias Homo Floresiensis  yang memiliki tinggi badan 100 cm dan berat badan hanya 25 kilogram. Mereka menjadikan gua ini sebagai tempat berlindung. Dengan  selaksa daya tariknya, gua ini sangat menawan  bagi para ilmuwan maupun masyarakat biasa.


Foto: Jaka Thariq