Kampung Kapitan, Napak Tilas Tionghoa di Palembang

Di Kampung Kapitan Palembang tepat di dalam rumah tua utama, terdapat tempat para leluhur pendiri kampung tersebut. Leluhur ini dari Dinasti Ming pada 1300 yang diturunkan ke Dinasti Ching pada 1600.

Kampung Kapitan Palembang merupakan sebuah kampung etnis Tionghoa pertama yang ada di kota ini.  Terletak di pinggiran Sungai Musi tepatnya di Seberang Ulu, Palembang. Di sini terdapat sebuah kampung bernama Kapitan dengan luas sebesar 165,9 x 85,6 meter persegi.

Dulunya, kampung tersebut merupakan sebuah area perumahan  tempat bermukimnya para masyarakat etnis Tionghoa di Palembang. Tempat mereka melakukan perdagangan sampai akhirnya menjadi pusat pemerintahan dimasa kolonial Belanda.

Di kampung ini terdapat dua rumah tua bernuansa Tionghoa. Lebar rumah tersebut sekitar 24 x 50 meter yang dilengkapi dengan 4 kamar besar dan 2 kamar kecil di setiap rumah. Rumah tua ini bernuansa warna merah dan terdapat beberapa lambang seperti matahari tepat di ventilasi dan kompas tepat di pintu.

Di Kampung Kapitan Palembang tepat di dalam rumah tua utama, terdapat tempat para leluhur pendiri kampung tersebut. Leluhur ini dari Dinasti Ming pada 1300 yang diturunkan ke Dinasti Ching pada 1600. Tempat tersebut kemudian dijadikan tempat untuk ziarah bagi etnis Tionghoa kepada leluhurnya.  Sementara rumah tua kedua telah dijadikan sebagai tempat peribadatan kepada para dewa, serta potret sejarah dari para Kapiten. Dua rumah ini terlihat kokoh di depan, meski sebagian bangunan telah dicat ulang.


Sejarah Rumah Tua Kampung Kapitan Palembang
Kedua rumah tua yang ada di Kampung Kapitan sebenarnya tersambung, tapi pemanfaatannya berbeda. Rumah tua utama ini dahulunya dijadikan sebagai tempat untuk pemerintahan dan menginapnya para tamu dari luar. Kemudian, untuk rumah tua kedua dijadikan sebagai tempat berkumpulnya para keluarga dari Kapiten.

Kini, kedua rumah tua ini telah dijadikan sebagai tempat tinggal para keturunan Kapiten. Sejak ditetapkannya sebagai cagar budaya, sekarang ini kedua rumah tersebut akhirnya tersentuh perbaikan meski belum seutuhnya diperbaiki.

Upaya promosi juga terus dilakukan oleh pemerintah setempat agar Kampung Kapitan dikenal oleh wisatawan nasional bahkan internasional. Banyak harapan kalau sejarah yang tertanam di Kampung ini terus dikenang oleh setiap masyarakat di Bumi Sriwijaya. Segera kunjungi Kampung Kapitan Palembang, sebuah kampung pertama etnis Tionghoa yang ada di pulau Sumatera.


Foto: Jaka Thariq