Keindahan Renda Rajut Khas Bangka yang Go International

Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berkomitmen mendongkrak perekonomian daerah melalui keahlian merajut. Hal ini karena segmen pasar industri kerajinan rajutan renda sangat tinggi.

Renda Bangka adalah renda rajutan yang khas dari Pulau Bangka. Kerajinan rajutan renda merupakan salah satu produk kerajinan yang tak lekang oleh waktu. Kerajinan renda merupakan salah satu kerajinan tangan yang masih diminati, meski zaman sudah banyak berubah. Bagi para “penggemarnya”, renda Bangka berbeda dengan hasil rajutan di daerah lain karena lebih halus dan memiliki ciri khas.

Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berkomitmen mendongkrak perekonomian daerah melalui keahlian merajut. Hal ini karena segmen pasar industri kerajinan rajutan renda sangat tinggi. Pemerintah daerah menyiapkan sekitar dua puluh ibu-ibu untuk diikutkan dalam pelatihan membuat kerajinan ini setiap periode. Peningkatan kemampuan perajin terus diupayakan agar dapat menembus pasar dunia. Dalam pelatihan tersebut, ibu-ibu tidak saja dilatih membaca pola, tetapi juga teknik merajut yang baik.

Upaya dalam meningkatkan kualitas perajin terbukti mampu menghasilkan kerajinan yang berkualitas dan memenuhi selera pasar, termasuk di Tiongkok. Permintaan dari renda Bangka di negara itu cukup tinggi. Hal ini tentu berdampak sangat baik bagi perekonomian lokal dan nasional.

Rajutan renda bisa diaplikasikan dalam berbagai bentuk sesuai permintaan. Satu hasil kerajinan yang paling banyak diminati adalah taplak meja tamu, taplak meja makan, bed cover, sarung bantal, tatakan gelas, sarung tisu dan sarung dispenser. Banyaknya macam penerapan rajutan renda ini membuat para pengrajin hampir tidak berhenti memenuhi pesanan. Inovasi terus dilakukan agar pembeli tidak bosan dengan karya khas Indonesia.

Renda Bangka terkenal memiliki corak yang khas. Sebagai produk home industri unggulan, setiap produksi selalu dihiasi ornamen rajutan dengan ciri khas tersendiri yang berbeda dengan milik daerah lain. Hasil rajutan ini memiliki karakter kuat dengan seni rajutan tangan yang istimewa.

Salah satu perajin rajutan renda yang terkenal adalah Marnita, warga Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka. Mengaku sudah 36 tahun merajut renda, Marnita, yang dibantu 15 karyawan, telah menghasilkan rajutan renda bernuansa unik. Ada sarung bantal, alas telepon, taplak meja, cover tisu, cover stoples atau gelas, dan masih banyak yang lainnya.

Meski sering ramai pesanan, Marnita mengaku kadang penjualan suka agak tersendat, tergantung kondisi ekonomi masyarakat. Meski begitu, produk kerajinan renda milik Marnita sering dipinjam ketika ada instansi yang ikut serta dalam pameran ke luar daerah untuk sebagai produk andalan khas Bangka.

Hingga saat ini, peningkatan mutu para perajin melalui banyak pelatihan mampu mendongkrak perekonomian melalui rajutan renda ini. Selain itu, para perajin dapat berkontribusi dalam menyediakan lapangan usaha dan lapangan kerja serta meningkatkan pendapatan masyarakat melalui rajutan renda Bangka.


Foto: Jaka Thariq