Air Terjun Waikelo Sawah, Sumber Air di Tanah Tandus Sumba

Air Terjun Waikelo Sawah terletak di kaki bukit dan dikelilingi oleh pepohonan yang lebat. Air terjun ini berasal dari sebuah kolam dari dalam gua selebar 4 m dan ketinggian sekitar 3 m. Aliran air tadi kemudian mengalir ke kolam kecil di mulut gua.

Air Terjun Waikelo Sawah adalah sebuah wisata air terjun yang terletak di tanah tandus. Terletak di wilayah yang jarang terjadi hujan, air terjun ini malah menjadi sumber mata air yang tidak pernah surut. Air Terjun Waikelo Sawah terletak di Desa Tema Tana, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur ini dibangun pada 1976.

Tujuan pembangunan air terjun ini pada mulanya adalah untuk irigasi dan pembangkit listrik. Karena fungsi awalnya sebagai pembangkit listrik, arus dari Waikelo Sawah ini cukup deras. Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sumba Barat Daya, debit airnya di Waikelo Sawah ini mencapai 1.000 liter per detik.

Air Terjun Waikelo Sawah terletak di kaki bukit dan dikelilingi oleh pepohonan yang lebat. Air terjun ini berasal dari sebuah kolam dari dalam gua selebar 4 m dan ketinggian sekitar 3 m. Aliran air tadi kemudian mengalir ke kolam kecil di mulut gua.

Waikelo Sawah akan sangat ramai didatangi ketika musim kemarau panjang tiba. Kolam yang berdekatan dengan Air Terjun Waikelo Sawah dipergunakan oleh warga sekitar untuk mandi, mencuci, mengambil air, atau hanya sekadar main air sambil menikmati pemandangan sekitar.

Untuk menuju air terjun ini, Sobat Pesona dapat memulai perjalanan dari Tambolaka. Sobat Pesona bisa menaiki angkutan umum untuk sampai ke Waikelo Sawah. Tempat ini berjarak hanya sekitar 12 km dari Kabupaten Sumba Barat. Perjalanan ke lokasi dapat ditempuh dalam 40 menit dengan menggunakan kendaraan bermotor. Kondisi jalan menuju lokasi juga sudah beraspal halus.


Pusaran Air Misterius
Bumi Sumba ini memiliki iklim yang sangat unik.  Musim kemarau di Sumba berlangsung selama 9 bulan, lebih panjang daripada wilayah Indonesia lainnya. Sedangkan musim penghujannya hanya terjadi sekitar 3 bulan atau bahkan kurang dari itu. Hal itulah yang menjadikan Sumba tandus, kering dan bahkan di beberapa tempat mengalami kesulitan air. Namun, untungnya di Sumba banyak terdapat sumber mata air tawar yang tidak pernah surut, seperti Air Terjun Waikelo Sawah.

Air Terjun Waikelo Sawah ini sekilas terlihat seperti gua alami selebar empat meter dan tinggi sekitar tiga meter. Di mulut gua terdapat sebuah kolam dengan air yang sangat jernih. Pengunjung tidak diperbolehkan berenang di kolam tersebut.  Konon, di air terjun ini terdapat pusaran air yang berada di bawahnya. Masyarakat mengaku sering menemukan mayat yang diyakini tenggelam karena terhisap oleh pusaran air.


Foto: Jaka Thariq