Sebutan ‘Galuh’ di Tambang Batu Intan Martapura

Konon katanya apabila memanggil batu-batu perhiasan ini dengan sebutan intan atau berlian, maka akan membuat batu mulia ini menghilang dan tidak bisa didulang kembali.

Daerah Martapura sudah dikenal sebagai Kota Intan, karena hasil tambang berupa intan terbanyak di Indonesia. Intan dengan julukan putri malu merupakan intan terbesar di Indonesia yang pernah ditemukan di Kota Santri ini. Berat intan tersohor itu berkisar 200 karat. Cukup lumayan bukan?

Beberapa lokasi tambang intan di Martapura memang didulang secara tradisional oleh para pencari batu galuh ini. Biasanya dilakukan dalam kelompok-kelompok yang terdiri atas 10-15 orang. Para pendulang biasanya mengumpulkan intan lalu dijual kepada para pengrajin untuk digosok atau dipoleh sehingga memiliki nilai jual yang tinggi.

Penambangan batu intan tidak hanya terdapat di Kota Martapura saja. Tapi, juga di Desa Cempaka Kabupaten Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan. Desa ini juga memiliki intan yang tidak kalah terkenalnya dengan Kota Martapura.

Desa Cempaka memiliki adat kebiasaan untuk tidak memanggil batu berlian dengan sebutan intan maupun permata tapi dengan sebutan ‘galuh’. Konon katanya apabila memanggil batu-batu perhiasan ini dengan sebutan intan atau berlian, maka akan membuat batu mulia ini menghilang dan tidak bisa didulang kembali.

Aktivitas mendulang batu intan ini berada di sekitar Sungai Tiung dengan dua lokasi yang bebrbeda, yaitu Pumpung dan Ujung Murung. Tentu saja aktivitas para masyarakat tambang batu intan ini menjadi daya tarik para wisatawan. Karenanya, Desa Cempaka juga dijadikan objek wisata yang cukup seru untuk dikunjungi.

Provinsi Kalimantan Selatan memang destinasi yang paling tepat untuk dituju dalam berbelanja perhiasan seperti berlian, giwang, akik, cincin, dan lain sebagainya. Tambang batu intan pun kini menjadi banyak objek bagi para pengunjung yang ingin tahu bagaimana proses mendulang intan dengan para pencarinya. Bagaimana dengan Sobat Pesona Indonesia, tertarik untuk belajar atau membeli perhiasan di Kota Martapura?


Foto: Jaka Thariq