Catat Nih! Jalur Festival Pinisi, Ada 3 Spot Asik di Jeneponto

Perjalanan menuju Festival Pinisi di Tanjung Bira, dari Makassar terhitung cukup jauh, 5-6 jam. Biar enggak lapar dan pegal, catat nih! Jeneponto punya 3 tempat asik buat istirahat, menikmati suguhan lezat sampai bikin foto kece yang instagramable.

Untuk menuju tempat Festival Pinisi (12-15 September), di Tanjung Bira, Kabupaten Bulukumba membutuhkan waktu sekitar 5 - 6 jam dari Bandara Hasanudin, Makassar. Dengan perjalanan panjang tersebut, Sobat Pesona perlu istirihat sejenak untuk isi perut maupun meluruskan kaki dan punggung. Nah, setelah melewati Kabupaten Goa dan Takalar, beristirahatlah di Jeneponto. Kota ini menawarkan beberapa makanan menggugah selera mau pemandangan yang tidak kita temui di daerah lain.


Makan Coto Kuda
Jeneponto memang terkenal dengan peternak kuda, maka tidak aneh jika banyak warung yang menawarkan kuliner khas ini. Salah satu yang terkenal adalah warung Turratea Bellokalong. Setelah masuk warung kita akan lansung ditawari oleh penjualnya dua pilihan coto, yaitu coto kuda dan coto ayam.

Penasaran? Yuk cicipi coto kuda. Kuahnya kental dengan irisan daging kuda yang tebal mengugah selera. Rasanya tidak jauh dengan sapi dan Banyak orang percaya bahwa coto kuda baik untuk menjaga stamina dan penyembuhan luka. Jadi tidak salah jika Sobat Pesona mampir sebentar untuk menikmati semangkuk coto kuda ini.


Kincir Angin Ala Belanda
Tak jauh dari warung coto kuda, berjejer rapi tiang-tiang putih menjulang tinggi dengan baling-baling besar yang berputar diterpa hembusan angin Jeneponto yang terkenal dengan hembusan kencangnya, di tengah persawahan yang berbukit. Di lokasi ini kita bisa mencari spot terbaik untuk berswafoto. Hasilnya, tak beda jauh dengan berfoto di kincir angin di Belanda.

Kincir angin tersebut adalah bagian dari proyek pembangunan Pembangkit Tenaga Bayu (PLTB) atau yang biasa disebut proyek kebun angin oleh Bapak Jokowi. Kincir Angin ini berlokasi di Desa Lengke - Lengkese, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto.


Kue Lammang Aneka Warna
Memasuki kecamatan Bangkala, di sebelah kanan terdapat banyak warung berjejer dengan asap mengepul menyelemuti potongan-potongan bambu yang menghitam. Warung-warung tersebut ternyata sedang memasak lammang.

Lammang adalah salah satu kuliner khas kabupaten Jeneponto. Sebenarnya kue ini juga ada di beberapa kota lain. Misalkan di Padang makanan ini biasanya disebut dengan nama lemang. Bahan dasarnya juga sama yaitu beras ketan dan santan yang dimasukan ke bambu yang dibakar. Tapi ada perbedaan dengan di Padang, lammang di sini terdiri dari dua warna. Satu berwarna putih dan satu berwarna hitam. Perbedaan lain adalah disini lammang biasanya dimakan dengan telur asin. Maka setiap penjual lammang pasti akan menjual telur asin juga.

Turun dari mobil langsung ditanya oleh penjualnya, “Mau berapa, kraeng?”. Minimal pesan dua, Sobat Pesona. Satu warna putih dan satu warna merah. Lumayan buat bekal perjalanan. Bulukumba masih 3 jam dari sini, kraeng...


Foto : Sigit Wibisono