Menapaki Atap Sumatra di Kaki Gunung Kerinci

Adzan shubuh sayup-sayup terdengar saat fajar menjelang, menembus di sela-sela dedaunan teh Kayu Aro yang menghampar luas di atap Sumatera. Pagi itu, tak sekadar syahdu menikmati sejuknya alam di sekitar Gunung Kerinci, tetapi juga takjub merasakan kebesaran Tuhan YME.

Setelah menempuh sekitar satu jam perjalanan dari Kota Sungai Penuh ke Perkebunan Teh Kayu Aro, menyusuri Dataran Tinggi Kerinci, pandangan mata yang masih terkantuk-kantuk seketika berbinar takjub. Langit yang masih gelap bertabur sisa-sisa rasi bintang yang masih tampak, perlahan mulai berganti warna. Cakrawala mulai menunjukkan jingga sang fajar,  seolah menyingkap tabir singgasana Gunung Kerinci yang terlihat kokoh berdiri sebagai Atap Sumatera.

Pagi itu, satu per satu masyarakat sekitar Kayu Aro memulai aktivitasnya. Beberapa petani tampak lalu lalang menggunakan motor bebek yang dimodifikasi laiknya motor khas pegunungan dengan menggunakan ban trail dual purpose, dan ground clereance yang lebih tinggi. Dipikulnya handsprayer, sebagai senjata mereka untuk menabur pupuk di lahar garap perkebunan Teh PTPN VI Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.

Sementara, di sisi lainnya rombongan Ibu-ibu petani sedang menuju tempat kerjanya masing-masing. Beberapa menuju kebun teh dan tengah bersiap memetik pucuk-pucuk teh terbaik, sebagian lainnya mulai menggarap lahan kentang dan kebun sayuran lainnya. Suasana khas dari daerah pegunungan yang akan sulit ditemukan di kota besar. Begitu juga dengan keramahan dan sapaan hangat para petani yang senantiasa melemparkan senyum kepada para pelancong.


Peringkat 2, Seven Summits Indonesia
Gunung Kerinci adalah gunung api tertinggi di Pulau Sumatera yang memiliki ketinggian 3.805 muka di atas permukaan laut (mdpl). Secara geografis, Gunung Kerinci berada di deretan pegunungan Bukit Barusan, letaknya berada di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Secara topografis, Kerinci berbentuk kerucut utuh. Pada bagian puncak yang dikenal dengan nama Puncak Indrapura Kerinci, terdapat kawah berwarna kehijauan yang diameternya tidak terlalu besar. Kawah tersebut dapat dilihat dari sisi timur (terlihat dari arah Solok Timur), berstatus aktif dan masih sering mengalami erupsi.

Bagi para penempuh rimba dan pendaki gunung, Kerinci merupakan salah satu Gunung yang wajib untuk dikunjungi, sebab merupakan bagian dari Seven Summits Indonesia, atau bagian dari tujuh puncak gunung tertinggi di Indonesia. Puncak tertinggi pertama terdapat di Puncak Cartensz Pyramid di Pegunungan Jaya Wijaya Papua, puncak tertinggi kedua adalah Puncak Indrapura Kerinci di Sumatera.

Puncak tertinggi ketiga adalah Puncak Rinjani di Nusa Tenggara Barat (NTB), puncak tertinggi keempat terdapat di Pulau Jawa, yakni Puncak Semeru, puncak tertinggi kelima terletak di Pulau Sulawesi, yakni Puncak Rantemario, puncak gunung tertinggi keenam ada di Puncak Binaiya terdapat di Kepulauan Maluku, sementara puncak tertinggi ketujuh adalah Puncak Gunung Bukit Raya di Pulau Kalimantan.

Bagi Sobat Pesona yang memiliki rencana untuk menapakkan jejak kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), dari Kota Jambi dapat menempuh perjalanan menuju Kota Sungai Penuh sekitar 12 jam perjalanan darat. Sesampainya di Kabupaten Kerinci, Sobat Pesona dapat juga mengunjungi Danau Kerinci tempat berlangsungnya event tahunan Festival Danau Kerinci. Selanjutnya, Sobat Pesona dapat melanjutkan perjalanan menuju Patung Macan di Perkebunan Teh Kayu Aro, yang ditempuh dalam waktu 2 jam dari Danau Kerinci.

Jika ingin mendaki Puncak Indrapura Gunung Kerinci, jangan lupa untuk lapor terlebih dahulu di Pos Informasi yang terdapat di Perkebunan Teh Kayu Aro, sebelum melanjutkan perjalanan mendaki Gunung Kerinci yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar delapan jam, melalui tiga Pos peristirahatan, dan tiga shelter sebelum akhirnya mencapai Tugu Yuda dan Puncak Indrapura Kerinci.


Foto : Rakhmat Koes