Cerita Seru Surfing dan Diving di Pulau Rote

Pulau Rote mulai berkembang menjadi daerah wisata sekitar 1980-an, ditandai dengan berjajarnya berbagai resort di sepanjang garis Pantai Nemberala. Di Pulau Rote, titik sufring yang paling terkenal adalah Bo'a. Ini merupakan titik surfing yang paling dijadikan lokasi kompetisi selancar kelas dunia.

Saya beruntung pernah menyelam di Pulau Rote, NTT. Meski akses ke sana masih sangat sulit, nyatanya tidak ada yang bisa menyembunyikan keindahan pulau "terpencil" di Indonesia ini.  Bahkan, dikalangan peselancar dunia, Pulau Rote merupakan tujuan surfing terbaik di dunia.

Pulau Rote mulai berkembang menjadi daerah wisata sekitar 1980-an, ditandai dengan berjajarnya berbagai resort di sepanjang garis Pantai Nemberala. Di Pulau Rote, titik surfing yang paling terkenal adalah Bo'a. Ini merupakan titik surfing yang paling dijadikan lokasi kompetisi selancar kelas dunia.

Titik surfing Bo'a hanya berjarak 20 enit saja dari Nemberala. Selain Bo'a, ada juga Back Bo'a dengan ombak right hander-nya. Tempat ini cukup tersembunyi dan sepi. Namun, untuk bisa bertemu ombak surfing, bergantung pada cuaca dan keberuntungan Sobat Pesona, ya!

Jika ingin "lebih praktis", Sobat Pesona bisa mencoba langsung berselancar dari Pantai Nemberala. Jarak ombak untuk surfing hanya sekitar 700 meter dan lokasinya cukup ramai. Untuk tiba di titik ini, kita bisa menyewa "taksi air" atau perahu motor langsung ke ombak. Kalau ingin hemat, bisa juga mendayung papan surfing Sobat Pesona sendiri hingga ke depan ombak.

Bukan hanya cocok untuk surfing, saya juga menemukan fakta bahwa Pulau Rote juga sangat ideal untuk diving. Ada sebuah titik selam bernama Hiliana yang relatif mudah untuk dijelajahi. Dimulai dengan slope dangkal, kita bisa mencapai titik terdalam sekitar 20 meter tanpa rintangan berarti. Saat menyelam, tiada ada arus yang akan terasa. Di permukaan juga tidak terlalu bergelombang, asalkan Sobat Pesona datang di musim yang tepat.

Di luar dugaan saya, bawah laut Pulau Rote ternyata memiliki kehidupan yang cukup sehat. Terumbu karang tumbuh dengan rapat. Kalau beruntung, Sobat Pesona mungkin bisa bertemu dengan pari besar manta. Pari besar manta atau Oceanic Manta memang sulit dibedakan dengan Reef Manta. Namun, ada satu ciri pari besar manta yang cukup menonjol yaitu ukurannya lebih besar. Dua ekor pari besar manta yang kami temui besarnya mencapai 4 meter. Dengan anggunnya mereka berputar-putar di atas coral boomie.

Di sisi utara Pulau Rote, kita dapat menemukan "laut mati" yang menjadi habitat ubur-ubur yang tidak menyengat. Salah satu keunikan yang langka di bumi ini.

Nah, kalau sudah jauh-jauh ke Pulau Rote, jangan lupa melakukan perjalanan ke Mulut Seribu, sebuah maze di laut yang amat menarik untuk dikunjungi. Kita bisa menyusurinya dengan menggunakan perahu yang bergerak di antara celah-celah bukit dan laut.

Perjalanan saya ke Pulau Rote saat itu sungguh berkesan. Saya dan rekan-rekan tidak bisa pulang karena cuaca buruk. Beruntung kami dibantu oleh seorang penduduk lokal dan diizinkan tinggal di resort miliknya sampai kondisi memungkinkan.

Namun, ada pengalaman tidak mengenakan, saya malah merasa Pulau Rote sudah seperti "rumah kedua". Segala keindahan dan cerita dibaliknya sungguh membuat perjalanan ke pulau ini sungguh tak dapat dilupakan. 

Tertarik untuk melihat perjalanan saya ke Pulau Rote? Saksikan videonya di bawah ini.