Dendeng Batokok, Kelezatan Daging Pukul Khas Minang

Kelezatan dendeng batokok menunjukkan kekayaan kuliner dari Sumatra Barat. Rasa lezat dari daging bercampur sensasi pedas dari sambal hijau dan dilengkapi dengan nasi putih hangat sungguh paduan yang maha dahsyat.

Siapa yang meragukan kelezatan makanan dari Sumatra Barat? Rasa gurih dengan bumbu-bumbu khas yang begitu melekat di lidah mampu membuat semua yang pernah mencicipinya pasti jatuh cinta berulang kali. Sobat Pesona bisa menemukan banyak rumah makan Padang di seluruh penjuru Indonesia, membuktikan bahwa citarasanya diakui secara nasional. Di level internasional pun, kelezatan makanan Sumatra Barat juga diakui, bahkan diangkat menjadi sebuah lagu berjudul “Nasi Padang” oleh penyanyi asal Norwegia, Kvitland.

Pancaran kelezatan dari masakan Sumatra Barat ini nampak dalam sebuah menu bernama Dendeng Batokok. Makanan ini punya citarasa, tekstur, proses pengolahan yang benar-benar berbeda dari dendeng-dendeng lain di Nusantara. Dendeng batokok biasa dijumpai di rumah makan Padang, meskipun tidak semua rumah makan Padang menyediakannya, seperti di Jakarta. Namun, ketika berkunjung ke Sumatra Barat, jelas menu ini harus Sobat Pesona coba, demi mendapatkan rasa otentik dari dendeng batokok.


Dipukul Batu Ulek
Seperti halnya dendeng lain, secara bentuk, dendeng batokok dibuat dari daging sapi yang dipotong menipis dan lebar. Daging yang telah diiris ini kemudian dipukul sampai tidak lagi keras. Seperti dari namanya, “tokok” berarti pukul, berangkat dari proses pengolahan dagingnya. Daging dipukul dengan batu ulek. Dengan adanya proses pemukulan daging hingga pipih, bumbu yang ada akan lebih meresap ke dalam daging. Tak heran kalau Dendeng Batokok punya rasa bumbu yang kuat.

Dendeng kemudian bisa dimasak dengan berbagai cara, bisa digoreng, bahkan direbus. Kuncinya adalah menjaga tekstur dendeng supaya tidak terlalu garing. Ada juga proses olah dengan membakar dagingnya, setelah terlebih dahulu diolesi bumbu-bumbu. Dendeng batokok bakar, daging yang sudah dipotong, direbus dan dipukul hingga pipih. Setelahnya, barulah daging tadi dilumuri bumbu dan dibakar di atas arang kelapa hingga matang. Karena itu, dendeng batokok bakar memiliki aroma yang lebih harum. Di rumah makan, dendeng yang satu ini biasanya paling laris dibeli.

Untuk melengkapi sajian dendeng batokok ini, sambal yang terbuat dari cabai hijau atau lado ijo ditambahkan di atas daging dendeng saat disajikan. Sambal ini terbuat dari cabai hijau yang diulek bersama bawang, tomat hijau. Pemberian sambal cabai hijau ini yang membuatnya berbeda dengan dendeng balado yang dilumuri sambal cabai merah.

Sajian lezat dendeng batokok ini kurang lengkap rasanya kalau tidak disantap dengan nasi putih hangat yang disiram kuah gulai. Citarasa istimewa yang lezat dari Sumatra Barat siap singgah di lidah Sobat Pesona.


Foto: Eric Eko S.