Menelusuri Hutan Di Sukabumi Dari Wisata Alamnya

Menelusuri hutan di Sukabumi tidak lagi menjadi kegiatan yang membosankan.

Sukabumi telah menjelma menjadi kota yang penuh dengan keindahan alamnya. Ada berbagai wisata alam yang disuguhkan untuk wisatawan agar dapat lebih mengenal keindahan hutan di Sukabumi. Salah satunya adalah Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).

Sebenarnya TNGGP tidak berada di kawasan Sukabumi saja. Secara administratif, taman nasional ini berada di tiga wilayah, yaitu Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Di masing-masing wilayah itu terdapat destinasi wisata pilihan untuk dikunjungi.

TNGGP mulai dibangun atas dasar kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan alam. Sejarahnya dimulai pada tahun 1979, saat pemerintah Indonesia menjadikan kawasan hutan Gunung Gede Pangrango yang dulunya seluas 14 ribu hektar sebagai kawasan cagar alam.

Pada tahun 1980 cagar alam ini digabungkan dengan beberapa Suaka Alam yang kemudian menjadi Taman Nasional pertama di Indonesia. Luas Taman Nasional saat itu tercatat sebesar 15.196 hektar.


Menelusuri hutan di Sukabumi berikan pengalaman baru
Wilayah TNGGP kembali diperluas pada tahun 2014 hingga sekarang memiliki luas sekitar 24.270 hektar. Meskipun disebut sebagai Taman Nasional yang merupakan gabungan Cagar Alam dan Suaka Alam, TNGGP tidak hanya berupa hutan rimba. Ada banyak sekali destinasi wisata yang tersebar di tiga bagian wilayah Bogor, Cianjur, dan Sukabumi. Tak heran jika TNGGP kerap menjadi tujuan wisata keluarga saat musim libur tiba.

Di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango memiliki 58 sungai dan 1.075 anak sungai. Beberapa sungai tersebut membentuk 17 air terjun atau kerap disebut curug. Selain curug, ada juga telaga atau danau.

Telaga di TNGGP menyajikan pemandangan yang sangat indah. Beberapa pilihan curug di TNGGP antara lain Telaga Biru di Cianjur, Telaga Biru di Cibodas, dan yang cukup terkenal yaitu Telaga Situ Gunung di Sukabumi.

Destinasi wisata Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) yang berada di wilayah Sukabumi paling populer adalah jembatan gantung. Jembatan ini dinobatkan sebagai jembatan gantung terpanjang di Indonesia bahkan hingga se-Asia. Tidak hanya wisatawan lokal saja yang tertarik berlibur ke jembatan gantung ini. Wisatawan mancanegara juga turut mengunduh rasa penasaran berjalan goyang di atas jembatan gantung.

Di jembatan gantung kawasan Sukabumi, kita tidak hanya menikmati berjalan di atas jembatan bergoyang, tapi juga keindahan alam di sekitar jembatan itulah yang mampu membuat jembatan ini terkenal hingga ke seluruh dunia.

Jembatan ini berada di ketinggian 120 meter di atas jurang. Jika menghadap ke bawah, kita akan dibuat tenang melihat pepohonan rindang yang terlihat seperti permadani hijau.

Selain jembatan gantung, destinasi wisata yang bisa dinikmati di TNGGP kawasan Sukabumi adalah Telaga Situ Gunung yang menjadi pilihan wisatawan termasuk di antaranya para fotografer. Banyak dari mereka yang tertarik dengan objek kegiatan nelayan pada pagi hari di Telaga Situ Gunung.


Foto: Jaka Thariq

Yang Seru di Jawa Barat :

Mandi Air Pegunungan di Curug Putri

20 September 2019

Begitu memasuki kawasan Curug Putri, kita akan disambut tanaman-tanaman hijau yang segar di sepanjang jalan setapak. Menuju Curug Putri kita harus berjalan kaki. Sesampainya di air terjun kita bisa bermain sepuasnya. Air yang jernih dan tenang seperti memanggil pengunjung, untuk mencelupkan tubuhnya.


Curug Si Domba, Airnya Bikin Awet Muda

20 September 2019

Curug Si Domba berada di Desa Peusing, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Masyarakat di sekitarnya meyakini, membasuh wajah dengan air curug bisa membuat wajah menjadi awet muda. Hal ini dikarenakan air curug berasal dari gunung Ciremai dan mengandung banyak mineral, yang bisa memperbaiki sel-sel kulit yang telah rusak.


Topeng Kolot, Aksi Jenaka dari Kasepuhan Ciptagelar

20 September 2019

Topeng Kolot terbentuk dari cerita tentang Tradisi Ngalalakon atau perpindahan hunian, mendirikan hunian baru, lengkap dengan jenis bahan/material hunian masyarakat. Kesenian ini ditampilkan untuk menghibur masyarakat dan untuk mengiringi prosesi ritual adat. Topeng Kolot biasanya ditampilkan di malam utama Seren Taun.


5 Kegiatan Adat Menjelang Seren Taun di Ciptagelar

20 September 2019

Setiap kegiatan adat di Kasepuhan Ciptagelar dihibur oleh tabuhan Angklung Dogdog Lojor, Topeng Kolot, Jipeng, dan Wayang sebagai ungkapan kebahagiaan bertemu dengan para leluhur. Berikut 5 kegiatan yang bisa kita ikuti, terutama jika Sobat Pesona merencanakan datang menjelang Upacara Seren Taun.