Bubur Pedas Sambas, Rasanya Tidak Pedas!

Dahulu bubur pedas ini disajikan di kerajaan, dan merupakan cerminan budaya yang kental di kerajaan Melayu Deli. Sajian istimewa ini hanya akan ditemui saat ada acara kerajaan atau adat yang sangat sakral.

Apabila kita berkunjung ke daerah Kalimantan Barat dengan ibu kotanya Pontianak di jumpai bubur pedas. Suku Melayu Sambas di Kalimantan Barat, punya unggulan kuliner pedas yang harus dicicipi para wisatawan. Inilah Bubur Pedas Sambas, dahulu bubur pedas ini disajikan di kerajaan, dan merupakan cerminan budaya yang kental di kerajaan Melayu Deli. Oleh karena itu, sajian ini hanya akan ditemui saat ada acara kerajaan atau adat yang sangat sakral.

Dalam perjalanannya sampai pada masa penjajahan, kemudian sajian ini biasa dimakan oleh rakyat Kabupaten Sambas untuk menghemat biaya. Kala itu, stok makanan sedikit dan terus menipis. Kondisi ini memaksa rakyat berinisiatif untuk membuat makanan tanpa harus banyak mengeluarkan biaya. Salah satu caranya dengan membuat makanan Bubur Pedas.


Paduan Rempah, Sayuran dan Teri yang Lezat
Bubur pedas terbuat dari beras yang ditumbuk halus dioseng dan kaya akan rempah serta sayuran, tidak heran jika bubur ini dinilai penuh gizi. Sayuran seperti kangkung, pakis, daun kesum menjadi campuran yang menyehatkan. Belum lagi paduan gorengan kacang tanah plus ikan teri yang digoreng kering menambah citarasa. Di samping itu, aneka rempah yang digunakan memang lebih banyak sehingga rasanya sangat kuat. Banyaknya campuran bahan dalam Bubur Pedas membuat semangkuk sajiannya dinilai penuh gizi.

Selain menjadi salah satu menu andalan di warung milik orang Melayu, bubur pedas pun mudah ditemui di tempat orang berjualan ta’jil saat bulan Ramadhan. Bubur Pedas ini memang unik, tanpa membubuhkan sambal, kita tidak akan merasakan pedas sama sekali, malah cenderung bertekstur gurih dan segar.

Banyak orang mengira rasa pedas pada bubur berasal dari cabai. Padahal, pedasnya berasal dari lada saat bumbu beras disangrai. Namun jangan bayangkan pedas yang membakar lidah. Bubur Sambas hanya meninggalkan kesan pedas dikit pada lidah.

Bubur ini sangat kaya akan gizi. Berbahan dasar beras yang telah dihaluskan dan disangrai, serta kelapa parut yang telah disangrai, kaldu daging, berbagai macam sayuran dan rempah-rempah menghasilkan citarasa yang luar biasa unik. Sangat gurih dan lezat, tentunya lebih enak disantap saat masih hangat.

Tidak sulit untuk menemukan makanan ini, karena tersedia di daerah seperti Pontianak, Sambas, Singkawang, Ketapang, Bengkayang dan Mempawah. Walaupun namanya bubur pedas, tetapi sebenarnya rasa asli bubur ini tidaklah pedas. Kita dapat menambahkan sambal terpisah sesuai dengan selera. Bubur Pedas cocok dinikmati sebagai sarapan atau pengganjal perut waktu sore hari ditemani segelas kopi hitam murni hangat.


Foto: Jessica Wuysang