Menilik Prosesi Pernikahan Adat Karo, Sumatera Utara

Tak banyak yang tahu jika Batak Karo agak berbeda dengan Batak Samosir atau Batak Toba. Begitu juga dengan tata cara pernikahannya.

Pernikahan adat Karo merupakan salah satu tradisi yang masih lestari hingga kini dan memiliki keunikan tersendiri. Prosesi pernikahan  yang memegang teguh prinsip-prinsip dan tata cara adat yang ada sejak lama. Pernikahan yang menyatukan bukan hanya dua orang, akan tetapi dua keluarga yang berbeda dalam jalinan suci.

Pernikahan adat Karo bukan hanya dilaksanakan satu hari, akan tetapi memakan waktu cukup lama. Beberapa tahapan akan melibatkan seluruh anggota keluarga serta warga adat lainnya. Ini merupakan sebuah pesta besar bagi warga adat karo dengan biaya yang cukup besar pula. Bukan hanya dua atau tiga akan tetapi ada 10 tahapan.

Prosesi pernikahan adat Karo dimulai dengan Nagkih, sebuah tahapan dimana masing-masing calon pengantin akan memberitahukan siapa yang akan menjadi calon pendamping hidupnya.

Prosesi dilanjutkan dengan Mbaba belo selambar, yaitu sebuah acara dimana pihak calon pengantin laki-laki akan membawa nasi dengan lauknya sebelum percakapan dimulai.

Setelah buah tangan dari rombongan pria diterima, kedua calon akan menggelar Nganting manuk. Ini adalah sebuah tahapan dimana kedua belah pihak mempelai akan membicarakan mengenai mas kawin yang akan dibawa di hari pernikahan kelak.

Setelah itu ada Ersuka emas atau disebut juga kerja adat. Di sini semua saudara dari pihak laki-laki dan perempuan berkumpul untuk membahas mengenai tahapan-tahapan lainnya. Kemudian digelar lah Kerja nereh empo atau pesta adat perkawinan. Pada tahapan ini semua keluarga dekat dari kedua pihak mempelai akan datang untuk memuliakan acara yang berlangsung.

Acara pernikahan adat Karo dilanjutkan dengan Mukul yang merupakan acara makan malam untuk keluarga sambil kedua mempelai bersumpah untuk bersama sehidup semati.

Keesokan harinya ada tahapan bernama Ngukihi tudung, dimana kedua mempelai akan diarak menuju ke rumah orang tua mempelai perempuan. Setelah sampai, kedua mempelai akan menjalani Persadaan tendi. Di sini kedua mempelai akan makan bersama di kamar yang telah disediakan. Kedua mempelai akan makan bersama dari satu piring, yang berarti memberikan tenaga baru kepada mereka berdua.

Kemudian ada juga Ngulihi tudung, yaitu tahapan dimana pengantin akan datang untuk mengambil pakaian mempelai wanita. Waktunya sekitar dua hingga empat hari setelah selesai pesta.

Tahapan terakhir disebut dengan Ertaktak kerna biay yang merupakan evaluasi dari seluruh prosesi pernikahan yang telah dijalani. Pengantin baru akan menanyakan mengenai biaya yang telah dikeluarkan. Bila terdapat masalah yang timbul, maka kedua keluarga pengantin akan menyelesaikannya.


Foto: Dionisius Martona