Rekreasi ke TMII, Jangan Lupa Mampir ke Taman Burung

Taman burung TMII menempati lahan seluas kurang lebih 6 hektare. Awalnya, taman ini hanya memiliki satu kubah yang dibangun pada 1975 dan diresmikan pada 19 Agustus 1976. Seiring perkembangannya, kubah-kubah terus ditambah dan kini menjadi sembilan buah kubah.

Berkunjung ke Taman Burung  Taman Mini Indonesia Indah (TMII) bisa menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan. Mengetahui sekaligus mempelajari tentang kehidupan aneka jenis burung khas Indonesia tentu juga bisa bermanfaat bagi ilmu pengetahuan di tanah air.

Taman burung TMII berlokasi di Taman Mini Indonesia Indah yang berada di Jalan Raya TMII, Cipayung, Jakarta Timur. Untuk masuk ke tempat tersebut, para pengunjung cukup membayar tiket masuk dengan harga  bisa dibilang terjangkau. Tak heran, tempat ini senantiasa menjadi pilihan wisata  yang tak hanya murah meriah, tapi juga memberikan manfaat.

TMII diresmikan pada 20 April 1975 oleh ibu negara pada waktu itu, Ibu Siti Hartinah atau Ibu Tien Soeharto. Ide ini muncul karena  beliau sering menemani Pak Harto (Presiden Indonesia) mengunjungi berbagai negeri dan melihat obyek wisata mereka. Sejak itu, terbetik keinginan untuk membuat sebuah  taman rekreasi yang menggambarkan keindahan dan keberagaman Indonesia. Beliau berharap taman rekreasi ini dapat menumbuhkan rasa bangga dan cinta rakyat Indonesia pada bangsa dan tanah air.

Sejak didirikan, TMII  selalu ramai didatangi pengunjung, terutama saat akhir pekan atau hari libur. Dari areal taman seluas 150 hektare ini, pengunjung dapat melihat berbagai aspek kekayaan alam dan budaya Indonesia, termasuk Taman Burung yang lokasinya berdekatan dengan PP IPTEK dan Museum Migas Graha Widya Patra. Bagi para pengunjung yang akan ke tempat ini, sebaiknya masuk melalui pintu sebelah timur karena lebih dekat ke tempat tujuan.

Taman burung TMII  menempati lahan seluas kurang lebih 6 hektare. Awalnya, Taman Burung hanya memiliki satu kubah yang dibangun pada 1975 dan diresmikan 19 Agustus 1976. Seiring perkembangannya, kubah-kubah terus ditambah dan kini menjadi sembilan buah kubah. Adapun peresmian kubah tersebut  dilakukan oleh Presiden Soeharto pada 27 April 1986.

Selain sebagai tempat penangkaran, taman ini juga berfungsi sebagai loka bina masyarakat pecinta burung. Tak heran,  taman ini sering dijadikan lokasi penyelenggaraan  berbagai acara, seperti  lomba burung berkicau, lomba  pengenalan aneka jenis burung, serta tempat penelitian bagi para mahasiswa.


Mengenal  Burung di Taman Burung TMII
Selain bisa mengenal burung, para pengunjung bisa menyaksikan koleksi burung  terlengkap yang ada di Indonesia.Tak kurang 175 jenis burung dengan jumlah mencapai hingga ribuan ekor ada di sini. Burung-burung ini berasal dari seluruh penjuru Indonesia. Saat ini, taman burung TMII telah berhasil melakukan penangkaran, pelestarian, serta pengembangbiakan lebih dari 100 jenis burung. Bahkan,  di antara jenis burung tersebut, terdapat  sekitar 30 jenis burung langka  dan dilindungi.

Penataan koleksi burung di tempat ini disusun berdasar pola persebaran binatang (zoogeografi). Taman burung dibagi menjadi dua belahan, yakni  kubah barat dan kubah timur, sesuai dengan Garis Wallace.

Di kubah sebelah barat, pengunjung dapat menikmati kicauan burung asal Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali. Aneka jenis burung tersebut, seperti burung beo, merak, elang, enggang, dan jalak bali. Di kubah sebelah timur terdapat  burung asal Sulawesi, Maluku, dan Papua. Aneka jenis burung tersebut, seperti kasuari, cenderawasih, nuri, dara mahkota, dan maleo. Terbayang, kan, betapa serunya dan asyiknya berada di taman burung TMII!


Foto: Dionisius Martona