8 Ritual Unik, Prosesi Festival Tabuik Pariaman

Dalam setiap pelaksanan Festival Tabuik, terdapat 8 prosesi atau ritual yang wajib dilakukan. Ritual ini merupakan reka ulang dari wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW, yaitu Hussein Bin Ali di padang Karbala.

Festival Tabuik saat ini sudah menjadi agenda tahunan masyarakat Pariaman, Sumatra Barat. Festival Tabuik merupakan sebuah perayaan untuk memperingati wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW yaitu, Hussein Bin Ali. Nama tabuik diambil dari kata bahasa Arab “tabut” yang berarti peti kayu. Berdasar legenda di masyarakat sekitar, setelah Hussein meninggal, jenazahnya dimasukkan ke dalam kotak kayu dan dibawa terbang ke surga oleh makhluk yang disebut sebagai Buraq.

Berdasarkan sejarah, perang di padang Karbala menjadi penyebab wafatnya Hussein dan keluarga pada tanggal 10 Muharam.  Selain sebagai peringatan akan wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW,  yaitu Hussein Bin Ali. Festival tabuik Pariaman, Sumbar ini juga dimaksudkan sebagai ungkapan rasa syukur atas datangnya bulan Muharam. Festival tabuik dilakukan secara turun temurun setiap tahunnya sejak abad 19 Masehi.

]

Dahulu kala, pada masa-masa awal terselenggaranya Festival Tabuik, seluruh perayaan masih kental dengan nuansa Timur Tengah karena pengaruh budaya Islam yang dibawa oleh para pedagang dari India. Kesepakatan yang dilakukan oleh kesatuan masyarakat setingkat desa pada tahun 1910 Masehi menyepakati bahwa, pelaksanaan festival disesuaikan dengan budaya dan adat istiadat masyarakat Minangkabau. Hasil kesepakatan inilah yang kemudian berkembang menjadi Festival Tabuik yang dapat dinikmati saat ini.

Ada 2 macam festival, yaitu Festival Tabuik Subarang  dan Festival Tabuik Pasa. Prosesi dan ritual pada kedua festival tersebut sama, yang membedakan hanyalah lokasi pelaksanaan festival. Mulanya Festival Tabuik selalu dilaksanakan pada setiap tanggal 10 Muharam. Namun, lambat laun mengalami perubahan hingga pada tahun 1982 terjadi perubahan di mana festival selalu dimulai pada tanggal 1 Muharam, dan puncak acara pun berubah-ubah setiap tahunnya. Dalam setiap pelaksanan Festival Tabuik, terdapat 8 prosesi atau ritual yang wajib dilakukan. Ritual ini merupakan reka ulang dari wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW, yaitu Hussein Bin Ali di padang Karbala.


Maambiak Tanah
Maambiak Tanah atau mengambil tanah adalah suatu prosesi pengambilan tanah dari sungai. Prosesi ini dilakukan
pada tanggal 1 Muharam. Tanah yang diambil dari sungai tersebut akan dibungkus kain putih dan dibawa ke rumah
untuk selanjutnya disimpan di dalam daraga. Daraga sendiri merupakan sebuah tempat dengan luas 5 meter persegi
yang dipagari dengan bambu kecil. Tanah yang dibungkus dengan kain putih dan diletakkan di dalam daraga
menjadi simbol dari makam Hussein.


Manabang Batang Pisang
Manabang Batang Pisang atau prosesi menebang batang pisang dilakukan pada tanggal 5 Muharam. Ketajaman
pedang yang digunakan ketika Hussein berperang disimbolkan dengan tajamnya pedang yang menebang batang
pisang. Oleh karena itu, batang pisang harus tertebang putus dalam satu kali tebasan.


Maatam
Para perempuan keluarga penghuni rumah tabuik akan melakukan prosesi Maatam pada siang hari setelah selesai
sholat dzuhur pada tanggal 7 Muharam. Maatam merupakan ritual personifikasi membawa jari-jari Hussein
mengelilingi daraga sambil meratap dan menangis.


Maarak Jari-Jari
Maarak jari-jari dilakukan pada hari yang sama dengan prosesi Maatam, yaitu pada tanggal 7 Muharam setelah
sholat mahgrib. Simbolisasi jari-jari milik Hussein bin Ali yang terputus akan diarak di tengah kota.


Maarak Saroban
Maarak Saroban atau mengarak sorban dilaksanakan pada tanggal 8 Muharam, sehari setelah pelaksanaan Maatan
dan Maarak Jari-Jari. Maarak saroban memiliki pesan agar masyarakat bersemangat membela kebenaran dan
selalu menggunakan logika yang rasional dalam bertindak.


Tabuik Naiak Pangkek/ Tabuik Naik Pangkat
Prosesi ini dilaksanakan pada dini hari tanggal 10 Muharam. Tabuik naiak pangkek merupakan prosesi pemasangan
bagian atas dari tabuik.


Hoyak Tabuik
Pesta hoyak tabuik dilakukan pada tanggal 10 Muharam dimulai pada pukul 09.00 WIB pagi. Hoyak tabuik
merupakan puncak acara dari Festival Tabuik. Secara perlahan tabuik akan diangkat menuju pantai menjelang
Maghrib.


Membuang Tabuik ke Laut
Seluruh prosesi dalam festival tabuik akan diakhiri dengan membuang tabuik ke laut. Hal ini dilakukan pada tanggal
10 Muharam petang. Dibuangnya tabuik ke laut menjadi simbol terselesaikannya segala sengketa dan perselisihan
di masyarakat.


Foto: Jaka Thariq