Menjelajah ke Dalam Lubang Jepang di Padang

Salah satu peninggalan zaman penjajahan yang masih terawat dengan baik saat ini adalah Lubang Jepang. Lubang yang dulunya merupakan sebuah bentang atau tempat pertahanan sekarang menjadi tempat wisata yang ramai dikunjungi.

Jepang menjajah Indonesia selama sekitar 3,5 tahun. Terdapat banyak peningalan Jepang yang masih ada saat ini. Namun, banyak di antara peninggalan tersebut yang kurang terawat. Salah satu peninggalan yang masih terawat dengan baik saat ini adalah Lubang Jepang. Kini, lubang tersebut telah berubah fungsi. Lubang yang dulunya merupakan sebuah bentang atau tempat pertahanan sekarang menjadi tempat wisata yang ramai dikunjungi.

Lubang bersejarah ini terletak di Jl. Panorama, Bukit Cangang Kayu Ramang, Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat. Lubang Jepang memiliki banyak pintu masuk, di antaranya dari kawasan Ngarai Sianok, Taman Panorama, samping Istana Bung Hatta dan Kebun Binatang Bukittinggi. Namun, untuk kebutuhan pariwisata pintu masuk utama berada di Taman Panorama dan dapat tembus ke kawasan Ngarai Sianok.


Perjalanan Menyusuri Lubang Jepang
Pintu masuk utama Lubang Jepang terletak di Taman Panorama. Panjang lubang yang dibuka untuk kegiatan wisata hanya sepanjang 1,5 kilometer. Untuk membatasai lorong yang tidak boleh dilintasi, pengunjung pihak pengelola memberi batasan berupa teralis besi. Lubang Jepang telah mengalami renovasi untuk pemasangan instalasi listrik dan paving. Namun, pencahayaan di tempat wisata tersebut terlihat kurang terang dan sebagian jalan masih berupa tanah.

Ketika memasuki Lubang Jepang pengunjung akan disuguhkan pemandangan apik dan cantik. Redupnya pencahayaan di dalam lorong membuat seakan-akan pengunjung kembali ke masa lalu. Di dalam Lubang Jepang terdapat lorong-lorong kecil yang digunakan untuk ruang amunisi, ruang pertemuan, ruang pelarian, ruang penyergapan, penjara dan lainnya. Di salah satu dinding Lubang Jepang terdapat kandungan emas yang terlihat menawan. Apabila wisatawan menggunakan pemandu wisata, wisatawan dapat keluar dari pintu yang berbeda, yaitu pintu di kawasan Ngarai Sianok.

Berwisata menelusuri Lubang Jepang yang bersejarah merupakan pilihan yang tepat untuk melepaskan segala kejenuhan rutinitas. Tak hanya itu, berjalan-jalan di kawasan Lubang Jepang juga dapat menjadi sarana olahraga dan edukasi sejarah secara sekaligus. Karena keunikannya, salah satu ragam pesona Indonesia ini harus senantiasa dirawat. Seluruh pihak memiliki peranan penting dalam menjaga tempat tersebut. Salah satu cara yang mudah adalah dengan tidak mencoret-coret dinding lorong dan tidak membuang sampah di sembarang tempat. Nah bagaimana, setelah mengetahui berbagai informasi di atas, Sobat Pesona tertarik untuk segera berkunjung ke lubang bersejarah ini?


Foto: Jaka Thariq