Menikmati Angin Sepoi-Sepoi Teluk Ambon dengan Ojek Perahu

Selama ratusan tahun warga Ambon memanfaatkan jasa ojek perahu dalam aktivitas sehari-hari menyeberangi Teluk Ambon. Namun sejak peresmian Jembatan Merah Putih ini pada tahun 2016, ojek perahu mulai ditinggalkan. Tapi bagi wisatawan, ojek perahu masih memberi pengalaman istimewa.

Salah satu pemandangan unik yang dapat kita nikmati ketika mengunjungi Kota Ambon adalah mondar-mandirnya perahu di Teluk Ambon. Ya, ojek perahu adalah sarana transportasi tradisional yang masih digunakan mengantar penumpang dengan rute pulang-pergi dari Desa Poka atau Desa Rumah Tiga menuju Desa Galala, yaitu tiga dari beberapa desa yang terletak di pesisir Teluk Ambon.


Moda Transportasi Berusia Ratusan Tahun
Sebenarnya sudah puluhan bahkan ratusan tahun warga di Teluk Ambon memanfaatkan jasa ojek perahu dalam aktivitas sehari-hari. Namun sejak peresmian Jembatan Merah Putih ini pada tahun 2016 lalu, banyak masyarakat lebih memilih menggunakan jembatan untuk menyeberang dengan menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua, atau pilihan angkutan umum.

Sejak itu jumlah ojek perahu yang beroperasi berangsur-angsur mulai berkurang, dari yang sebelumnya bisa mencapai 300-400 perahu, hingga kini hanya tersisa 30-40 perahu saja. Di samping itu, sebagian masyarakat yang bermukim di sekitar pesisir teluk yang tadinya memilih mendayung ojek perahu kini memilih mengemudi ojek sepeda motor.

Menurut Edwin, salah satu dari pengemudi ojek perahu yang bermukim di Desa Poka, saat ini besaran ongkos ojek perahu berkisar sepuluh ribu rupiah untuk sekali penyeberangan. Pria berusia 50 tahun yang sudah berprofesi sebagai ojek perahu selama lebih dari 25 tahun ini mengungkap bahwa ojek perahu memang sudah meredup. Penghasilan yang biasa ia dapatkan kisaran 300-400 ribu per hari, kini hanya 70 ribu, itu pun terkadang tidak dapat sama sekali.

Sebelumnya memang Ojek perahu ini menjadi pilihan transportasi andalan karena penumpang bisa langsung diantar tanpa harus menunggu lama seperti saat naik feri. Feri merupakan alternatif penyeberangan bagi masyarakat yang membawa kendaraan roda dua maupun mobil. Feri ini sekarang sudah tidak lagi melayani penyeberangan dalam teluk Ambon sejak adanya Jembatan Merah-Putih.

Meski demikian, menyeberang dengan ojek perahu masih tetap menjadi pilihan bagi masyarakat yang beraktivitas dan bermukim sekitar pesisir. Terutama bagi para pelajar yang tidak memiliki kendaraan pribadi. Selain itu wisatawan menikmati perjalanan sambil merasakan sensasi berlayar ditengah alunan ombak dan tiupan angin sepoi-sepoi Teluk Ambon, ojek perahu ini akan memberi pengalaman istimewa saat menikmati Ambon Manise.


Foto: Shendy Watulingas