Gurihnya Sate Bulayak Khas Lombok

Paduan wangi bakaran daging nan empuk, bumbu Pelalah dan lontong bungkus daun aren.

Sate atau satai adalah potongan daging yang ditusuk dengan lidi atau bambu kemudian dipanggang menggunakan bara arang kayu atau batok kelapa, merupakan makanan khas yang hadir di seluruh Indonesia dengan beragam bumbu khas berbeda. Di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) ternyata memiliki aneka sate yang terbuat dari daging sapi, ikan, kambing atau ayam yang rugi jika dilewatkan.

Mengunjungi kawasan Lombok Barat, NTB, mudah menemukan warung dan rumah makan yang menjual Sate Bulayak. Terlebih kala mengarahkan tujuan untuk menikmati pemandangan alam berudara sejuk di Taman Wisata Alam Suranadi. Karena di tempat ini dapat ditemukan puluhan penjual Sate khas Lombok itu.


Wangi Daging Bakar dan Daun Aren
Bumbu sate bulayak menggunakan yang digunakan mirip dengan bumbu Pelalah, masakan khas Lombok dan Bali yang biasanya menggunakan daging ayam. “Setelah daging dibakar di atas bara sampai matang, di siram bumbu lalu disajikan dengan Bulayak," tukas Reni (37), seorang pedagang Sate di Taman Wisata Alam Suranadi.

Bawang merah, bawang putih, ketumbar, serai, laos, lengkuas, terasi serta cabai merah besar digunakan dalam bumbu sate. Setelah dihaluskan, bumbu dimasak dengan santan hingga mengental dan berwarna kemerahan seperti kari. Sate bulayak dijual Rp 20 ribu per porsi sate dan seribu rupiah untuk satu buah bulayak. Sebelum disajikan sate diberi perasan jeruk limo dan potongan cabai rawit.

Bulayak merupakan nama olahan beras yang bentuknya menyerupai lontong. Namun berbeda dengan lontong yang dibungkus menggunakan daun pisang. Bulayak dibungkus dengan daun aren dengan cara melingkar. Berukuran panjang sekitar 10 sentimeter dan diameter 2 sentimeter, bulayak memiliki sensasi rasa yang berbeda dengan lontong. Selain isinya yang terasa lebih lembut, wangi daun aren pun memberikan keunikan tersendiri.

Gaya membungkus bulayak ternyata dibuat sedemikian rupa agar mempermudah pelanggan dalam menikmati masakan ini. Tinggal buka lilitan daun aren secukupnya lalu celupkan bulayak kedalam kuah bumbu yang sudah disediakan.

Sate bulayak terbuat dari potongan daging ayam atau daging dan jeroan sapi sesuai selera pelanggan. Ukuran sate dibuat lebih kecil dari ukuran pada umumnya. Selain daging, jeroan sapi yang digunakan dalam sate ini sebelumnya harus direbus terlebih dahulu. Hal ini agar sate cepat matang dan menjaga daging tetap empuk. Sehingga pelanggan tak menunggu lama untuk menikmati Sate Bulayak. Untuk menyajikan satu porsi sate, pedagang hanya butuh waktu kurang dari 5 menit.