6 Fakta Menarik Menara Siger, Ikon Bersejarah Lampung

Bangunan ini tampak dari kejauhan terutama saat Sobat Pesona memasuki Pelabuhan Bakauheni. Kalau ke Lampung, jangan lupa untuk menyempatkan berkunjung ke Menara Siger ya, pemandangan Teluk Lampung dan Selat Sunda menanti Sobat Pesona.

Setiap pulau yang ada di Indonesia mempunyai keunikan kebudayaannya masing-masing. Tidak hanya menjadi simbol tetapi juga menjadi ikon dari setiap daerah yang ada. Salah satu dari kebudayaan yang terbentang adalah adanya acara festival tahunan yang selalu menjadi ciri khas kota-kota tersebut. Dan Festival Krakatau 2019 mempunyai ikon Menara Siger Lampung. Tidak hanya keunikan bangunannya saja yang akan membuat Anda penasaran, tetapi juga beberapa fakta menarik yang sayang untuk dilewatkan.


1. Menara Siger merupakan bangunan yang memiliki tinggi 32 meter di atas ketinggian Bukit Gamping yang menjulang setinggi 110 meter di atas permukaan laut. Bangunan tersebut akan tampak dari kejauhan terutama bila Anda ada di Pelabuhan Bakauheni.

2. Digagas oleh Gubernur Lampung yakni Sjachroedin ZP, beserta bantuan arsitek Ir Anshori Djausal MT. Dengan menggunakan teknik pembangunan dan menggunakan sistem ferrocement, Menara Siger diyakini tahan akan terpaan angin dan guncangan gempa. Pengembangan Mahkota Siger Lampung tidak hanya menggunakan semen curah cor untuk mengurangi beban, tetapi juga jaringan kawat yang menyerupai jaring laba-laba akan tetap kuat sebagai struktur bangunan.

3. Menara Siger digunakan sebagai Titik Nol Sumatera

4. Disesuaikan dengan namanya menara yang memiliki warna dominasi kuning dan merah ini memiliki bentuk menyerupai siger atau mahkota adat pengantin wanita di Lampung. Siger memiliki jumlah tanduk atau pucuk kecil sebanyak tujuh buah. Dan menurut foklor setempat, tujuh pucuk di mahkotanya berasal dari tujuh gunung di Lampung yang menjadi tempat asal-usul leluhur atau nenek moyang masyarakat Lampung. Lokasi awal itu yang membuat masyarakatnya membentuk kelompok masing-masing. Ada juga yang mengatakan bahwa asal-usul Mahkota Siger dikaitkan dengan Balaputradewa, Raja Sekala yang disebut Selopun. Yaitu sebuah daerah di Lampung yang menjadi rumah situs Batu Brak bekas pemukiman dari batu. Balaputradewa membuat siger sebagai miniatur Borobudur untuk istrinya Pramodya Wardhani, putri Samaratungga.

5. Tempat wisata yang paling dekat dengan Pelabuhan Bakauheni, jadi saat Anda sudah sampai di pelabuhan jangan lupa untuk berkunjung ke Menara Siger dan menikmati pemandangan kota Lampung dari menaranya.

6. Pemandangan Teluk Lampung dan Selat Sunda yang indah membentang menjadi pemandangan tersendiri yang akan menjadi momen indah bersama keluarga saat ada di atas menara.

Jadi, kalau ke Lampung, jangan lupa untuk menyempatkan berkunjung ke Menara Siger Lampung ya, Pemandangan Teluk Lampung dan Selat Sunda menanti Sobat Pesona.


Foto : Jaka Thariq