Terdampar di Gusung Toraja, Pulau Cantik Di Timur Polewali Mandar

Konon namanya berasal dari sejarah panjang perjuangan melawan penjajah. Banyak korban perang yang mayoritas berasal dari Suku Toraja dimakamkan atau diasingkan di gusung ini. Begitu menginjakkan kaki di sini, kita akan disambut segarnya angin pantai, pasir putih, perairan bening dengan ikan warna-warni.

Deru riuh ombak dan suara bising dari mesin perahu ketinting mengantarkan penumpang menuju ke sebuah pulau kecil di tengah lautan Polewali Mandar. Kurang lebih 15 menit menyeberangi lautan dari Dermaga kecil di Desa Bajoe, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Begitu mendarat, siap-siap jadi ingin berlama-lama ‘terdampar’ di sini. Hamparan pasir putih lembut, air jernih biru kehijauan, dengan dermaga kecil di salah satu sisinya menyambut setiap pengunjung Gusung Toraja.

Gusung Toraja memang merupakan salah satu destinasi wisata unggulan  di Kabupaten Polewali Mandar , Sulawesi Barat. Pulau kecil ini merupakan salah satu gugusan pulau yang terletak di perairan Polewali Mandar, berdampingan dengan beberapa pulau lainnya seperti pulau Panampeang, Karamasang, Salamaq, Landes dan Batoa.

Laut bening dengan hamparan pasir putih serta pepohonan rindang membuat pulau ini menjadi magnet kuat bagi wisatawan lokal maupun wisatawan yang datang dari luar wilayah Kabupaten Polewali Mandar untuk menikmati alam Gusung Toraja. Hawa pantai dan  pemandangan khas pulau tak berpenghuni, berenang di laut bening Pulau Gusung Toraja, terdampar di sini sungguh nikmat.


Pengasingan dan Kuburan Orang Toraja Korban Perang
Tumpukan pasir membentuk sebuah dataran atau pulau kecil yang biasanya  dikenal dengan istilah gusung ini mempunyai kisah tersendiri terkait penamaannya. Konon nama Gusung Toraja berasal dari sejarah panjang melawan penjajahan. Hal itu terjadi ketika peperangan melanda dan korban jiwa berguguran. Sebagian korban yang mayoritas berasal dari Suku Toraja dimakamkan ataupun diasingkan ke Gusung ini. Berangkat dari cerita inilah sehingga sampai saat ini Gusung ini di kenal dengan nama Gusung Toraja.

Walaupun ceritanya terkesan menyeramkan tetapi begitu Sobat Pesona menginjakkan kaki di tempat ini, niscaya cerita itu hanyalah bagian dari sejarah dan tak sedikit pun mengurangi keindahan dan keasrian Gusung Toraja. Semilir angin khas pantai, deru ombak, dan pemandangan laut bening berisi ikan-ikan kecil warna-warni membuat kita merasa tentram dan nyaman berada di tempat ini. Jauh dari kesan seram.

Di Gusung Toraja kita bisa menikmati beberapa fasilitas penunjang berwisata seperti gazebo, ampiteater, mushola hingga kafetaria kecil dengan berbagai menu hidangan  di sisi  utara Pulau ini. Bagi yang ingin berenang atau melakukan kegiatan di air, di Gusung Toraja juga ada yang menyewakan perlengakapan berenang atau snorkeling seperti pelampung ataupun kacamata renang.


Menuju Gusung Toraja
Gusung Toraja paling mudah dicapai dari Ibu Kota Polewali Mandar, kurang lebih 30 menit ke arah timur menuju ke Kecamatan Binuang, tepatnya di Desa Bajoe. Dari Desa Bajoe kita dapat menyewa perahu dengan harga sewa sebesar 170.000 rupiah untuk mengantar pergi dan pulang dari Pulau Gusung Toraja ini. Perahu jenis ketinting ini dapat memuat sekitar enam sampai dengan tujuh orang.

Selain dari Desa Bajoe, kita juga dapat menuju ke Gusung Toraja melalui Desa Binuang dan Desa Tonyaman. Ketiga desa ini menyediakan jasa transportasi  menuju ke Gusung Toraja. Perjalanan menuju ke Gusung Toraja  memakan waktu cukup singkat yaitu 15 menit dan untuk retribusinya cukup membayar 5.000 rupiah untuk setiap orangnya.

Selamat menikmati keindahan Gusung Toraja...


Foto : Josua Marunduh, M. Ridwan Alimudin