Mengapa Harus Diving di Indonesia?

Kalau ditanya negara mana yang paling bagus untuk diving, saya berani jawab: Indonesia. Makanya, sayang sekali kalau Sobat Pesona tinggal di Tanah Air, tapi belum pernah diving atau ikut kursus diving.

Kalau Sobat Pesona suka diving dan fotografi bawah air, mana tempat yang paling bagus? Pertanyaan itu sebenaranya bisa dijawab kalau kita sudah pernah merasakannya sendiri. Banyak faktor yang harus dipertimbangkan untuk bisa memberikan predikat "tempat paling bagus untuk diving".

Namun, kalau ditanya negara mana yang paling bagus untuk diving, saya berani jawab: Indonesia. Makanya, sayang sekali kalau Sobat Pesona tinggal di Tanah Air, tapi belum pernah diving atau ikut kursus diving. Nah, bagi saya, menyebut Indonesia sebagai tempat diving terbaik ada beberapa alasan. Seluruh lautan dari ujung Timur hingga Barat Indonesia memiliki pesonanya sendiri.

1. Pemandangan
Sama seperti di “tempat kering”, siapa yang tidak suka melihat pemandangan yang indah? Apalagi di dalam laut, berbagai jenis terumbu karang dan ikan karang menawarkan warna-warna cerah yang tidak ditemukan di daratan.

Beberapa nama besar seperti Raja Ampat, Alor, dan Komodo adalah tempat-tempat yang terbaik untuk menikmati keindahan bawah laut ini.

2. Fauna Laut
Pelagis adalah nama yang biasa dipakai untuk jenis-jenis ikan besar atau perairan pantai seperti tuna, hiu, pari, barakuda, giant trevally. Para penyelam sering bertemu dengan pelagis. Salah satu lokasi diving yang juga mencolok karena keistimewaannya pelagisnya adalah Nusa Penida.

Setiap tahun, Nusa Penida diserbu oleh para penyelam untuk bertemu dengan ikan bulan atau disebut Mola-mola. Di Raja Ampat atau Pulau Komono, kita bisa melihat whaleshark (hiu paus). Di Lombok, penyelam biasanya bisa menemui hiu martil yang sering dijuliki "sexy" oleh para divers. 

3. Binatang Renik
Penyelam, apalagi fotografer bawah laut, sangat suka mencari binatang-binatang kecil yang hidup di bebatuan atau karang. Lambeh (Sulawesi Utara) dan Seraya (Bali) sudah terkenal di penyelam mancanegara sebagai destinasi terbaik untuk muck diving atau menyelam hingga ke dasar laut.

Belakangan tipe muck diving mulai terkenal di kalangan para penyelam dan fotografer bawah laut. Muck diving dilakukan untuk melihat dan mengabadikan binatang-binatang super kecil dengan segala keindahan dan tingkah laku mereka yang unik.

4. Wreck
Wreck di sini maksudnya adalah menyelam di antar rongsokan kapal atau pesawat yang sudah bertahun-tahun di dalam air. Di Tulamben, Bali, kita bisa melihat Liberty shipwreck (bangkai kapal), Sophie shipwreck di Pulau Weh, Aceh, atau Bomber wreck di Togean, Morotai dan Biak.

5. Binatang Eksotis
Raja Ampat memiliki wobbegong (hiu karpet) dan hiu bambu (walking shark). Banda Neira dan Buton memiliki titik penyelaman yang mudah untuk berjumpa dengan Mandarin fish (Synchiropus splendidus).

Bahkan setidaknya ada 2 spesies yang memiliki nama dari orang Indonesia yang menemukannya pertama kali: Squat lobster Lauriea siagiani yang ditemukan Wally Siagian, dan Pipefish Kyonemichthys rumengani yang ditemukan oleh Noldy Rumengan.

Gorontalo memiliki sponge coral yang diberi nama Salvador Dali (Petrosia lignosa). Stingless jelyfish atau ubur-ubur yang tidak menyengat dapat ditemui di beberapa lokasi di Indonesia seperti di Kakaban-Derawan, Togean, Misool-Raja Ampat, dan juga di Rote. 

6 Gua
Menyelam di dalam gua memerlukan pengetahuan dan keahlian khusus. Beberapa titik selam yang tergolong mudah untuk dicoba adalah Wakatobi, Buton, atau Gua Kristal di Kupang. Di dalam gua, kita bisa menemukan fosil-fosil binatang laut.

Nah, setelah melihat keunggulan laut Indonesia tadi, apakah Sobat Pesona mulai tertarik untuk diving di lokasi-lokasi tersebut. Saya sarankan juga untuk menyelam di 4 ujung wilayah Indonesia yang sudah ada operator selamnya, seperti di Pulau di sisi Barat, Sangihe di Utara, Jayapura di Timur dan Tentunya Pulau Rote di ujung Selatan  Indonesia.