3 Balapan Sapi di Nusantara

Setidaknya ada 3 daerah yang memiliki acara balapan sapi, yaitu Madura (Jawa Timur,) Jembrana (Bali) dan Tanah Datar (Sumatera Barat). Setiap balapan sapi di daerah-daerah ini memiliki ciri khas dan keunikan masing-masing.

Acara balap sapi merupakan salah satu  acara yang cukup populer di beberapa daerah di Indonesia. Setidaknya ada 3 daerah yang memiliki acara balapan sapi, yaitu Madura (Jawa Timur,) Jembrana (Bali) dan Tanah Datar (Sumatera Barat). Setiap balapan sapi di daerah-daerah ini memiliki ciri khas dan keunikan masing-masing. Berikut penjelasan singkatnya.


1. Karapan Sapi Madura
Balap sapi ini merupakan salah satu acara budaya yang menjadi ciri khas Madura. Bagi masyarakat di sana, karapan sapi bukan sekadar upacara adat, tapi juga kebanggaan yang dapat mengangkat harkat dan martabat orang Madura.

Apalagi sapi yang digunakan untuk balapan juga sangat istimewa. Sang pemilik sapi bahkan memijit dan memberikan makanan terbaik, berupa 80 butir telur per hari, agar stamina sapi terjaga selama balapan berlangsung.

Ada dua jenis perayaan dalam Karapan Sapi Madura. Pertama adalah Bupati Cup dan Presiden Cup. Panjang rute dalam perlombaan ini antara 180 hingga 200 meter. Sapi-sapi ini bisa menyelesaikan rute tersebut dalam waktu 14-18 detik saja!


2. Makepung Jembrana
Acara Makeupun Jembrana awalnya hanyalah kebiasaan para petani saat membajak sawah kala musim panen. Para petani sering kali beradu cepat dengan memacu sapi miliknya yang diikatkan pada sebuah gerobak. Lama kelamaan, kegiatan ini menjadi semacam acara adat yang diminati oleh masyarakat lokal dan wisatawan dari berbagai penjuru daerah.

Kini, Makeupun Jembrana tidak hanya diikuti oleh para petani saja, tapi semua kalangan. Dalam tingkat Gubernur Cup saja, sapi yang ikut serta dalam acara ini mencapai 300 pasang. Sapi-sapi ini akan adu cepat dalam sebuah lintasan berbentuk "U" sepanjang 1-2 km.

Berbeda dengan Karapan Sapi yang hanya mengandalkan kecepatan, pada Makepung Jembarana yang dilihat adalah jarak antar sapi dalam lintasan. Sepasang sapi akan dianggap menang jika mampu mencapai garis finish dengan jarak 10 meter dari sapi yang berada di belakangnya.


3. Pacu Jawi
Bukan hanya di Pulau Jawa, balapan sapi juga ada di Sumatera, tepatnya di Tanah Minang. Pacu Jawi diadakan setiap 3 kali dalam setahun dan selalu menjadi acara yang meriah dan sangat menarik untuk disaksikan.

Dalam Pacu Jawi yang dilihat bukanlah sapi mana yang lebih dulu menyentuh garis finish. Pemenangnya adalah sapi yang bisa berlari dengan lurus. Ini sesuai dengan filosofi dari Pacu Jawi yang menginginkan rakyat dan pemimpin bisa berjalan bersama.

Setiap joki Pacu Jawi akan menggunakan alat bajak yang memang digunakan oleh para petani untuk membajak sawah. Selain masyarakat dan wisatawan, Pacu Jawi juga sangat diburu oleh para fotografer.