Aruk, Gerbang Indonesia Di Perbatasan Kalimantan Barat

Pos Lintas Batas Negara Aruk, gerbang negara yang menghubungkan Indonesia dan Malaysia di Desa Sebunga, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, berdekatan langsung dengan Kota Singkawang. Megahnya Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Aruk dirancang dengan kombinasi etnik-modern.

Dengan waktu jarak tempuh 1,5 jam dari Kabupaten Sambas, kita akan disambut gerbang megah dengan monumen berbentuk tameng khas Dayak yang menjulang. Dari kejauhan tampak tulisan “Aruk Indonesia” yang berwarna merah putih. Jika menggunakan jalur darat dari Bandara Udara Supadio, di Pontianak, maka akan membutuhkan sekitar 6-7 jam perjalanan dengan jalan yang nyaris mulus.


Arsitektur Rumah Panjang, Fasilitas Lengkap
Bermula dari kegelisahan Presiden Joko Widodo yang kerap kali menyambangi berbagai kawasan perbatasan RI hanya menemukan bangunan kuno dengan warna yang kusam dan cat yang mengelupas, timbul instruksi untuk mengubah Pos Lintas Batas Negara yang merupakan wajah terdepan Indonesia. Salah satunya adalah Aruk, yang kini mengadopsi konsep arsitektur Rumah Panjang yang merupakan rumah tradisional Suku Dayak. Kesan bangunannya pun semakin modern dengan aksen atap yang tinggi dihiasi dengan ukiran tradisional Dayak.

Sejak 2017 silam, PLBN Terpadu Aruk telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. Berdiri di area yang membentang di atas lahan seluas 9,1 hektar dan luas bangunan utama mencapai 4.118 meter persegi, PLBN Terpadu Aruk dilengkapi dengan berbagai fasilitas dari mulai pemeriksaan terpadu, klinik, jembatan timbang, pemindai truk, gudang sita hingga monumen lintas batas.

Beragam rutinitas pelayanan sudah berjalan disini, mulai dari pos karantina kesehatan, perikanan, dan pertanian, hingga pelayanan bea dan cukai, imigrasi, institusi kesehatan, dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP). Pos yang diestimasi dapat melayani hingga 360 pelintas per hari ini terbukti menjadi destinasi favorit sejak dirombak oleh pemerintah melalui Kementerian PUPR. Menurut Kepala Pos Imigrasi PLBN Terpadu Aruk, lalu lalang pelintas semakin tinggi sejak bangunan megah ini berdiri hingga 700 orang yang keluar dari Malaysia masuk ke Indonesia.

Berdekatan langsung dengan Kota Singkawang yang merupakan ikon wisata dari Kalimantan Barat, PLBN Terpadu Aruk ini memiliki potensi sebagai pintu masuk wisata bagi negara tetangga ke Indonesia.


Foto: Benny, Muhammad Rifky