Museum Agung Bung Karno, Sejarah Sang Proklamator di Bali

Konon, koleksi di sini adalah properti asli yang penah dipakai oleh Bung Karno dan Ibu Fatmawati pada tahun 1945. Mulai dari foto, baju, radio, telepon, tempat tidur hingga pakaian yang pernah menjadi saksi sejarah Kemerdekaan Republik Indonesia.

Tak terasa kini usia Tanah Air kita tercinta sudah mencapai 74 tahun. Semua ini didapat dengan cara yang tidak mudah. Maka dari itu untuk merayakan HUT Republik Indonesia ke-74, ada baiknya kita melihat kembali sejarah lahirnya bangsa Indonesia dengan berkunjung ke museum. Jika Sobat Pesona berkunjung ke Bali cobalah singgah ke Musuem Agung Bung Karno untuk mengenang sang Proklamator.

Museum Agung Bung Karno beralamat di Jl. Raya Puputan No.80, Dangin Puri Klod, Denpasar. Museum ini diresmikan pada 22 November 2015 oleh Presiden Kelima RI yang juga anak dari Bung Karno, Megawati Soekarnoputri. Museum ini digagas oleh Yayasan Kepustakaan Bung Karno, yang diketuai oleh Gus Marhaen.

Bangunannya sangat bernuansa khas Bali, dan terdiri dari 4 lantai, dengan koleksi yang bisa dibilang luar biasa lengkapnya. Dari pintu masuknya saja, kita sudah bisa melihat sebuah mobil dengan plat nomor RI-1 yang konon pernah digunakan oleh Bung Karno.

Di lantai pertama kita akan masuk ke sebuah perpustakaan yang di dalamnya terdapat deretan buku-buku yang berisi tulisan-tulisan, pidato, hingga buku yang pernah dibaca Bung Karno. Konon, jumlah buku di perpustakaan ini mencapai 1,4 juta eksemplar, loh!

Naik ke lantai dua, di sini terdapat beragam barang yang seakan membawa kita melakukan perjalanan waktu ke masa lalu. Ada sebuah ruangan yang didesain seperti ruang tamu lengkap dengan kursi-kursi dari rotan, mesin ketik, radio, telepon, foto-foto jadul Bung Karno, hingga setelah jas berwarna hijau lengkap dengan dasi dan topi berlogo PNI.

Ada beberapa hal menarik di lantai dua Museum Agung Bung Karno ini, yaitu terdapat sebuah prasasti “Kakawin Bomantaka” yang terbuat dari daun lontar. Selain pustaka lontar tersebut, di sini juga ada koleksi prangko bertema Bung Karno, yang diklaim berjumlah sekitar 2,5 juta buah! Koleksi yang sangat luar biasa, bukan?

Lanjut naik ke lantai tiga, ada koleksi lukisan dan foto-foto bersejarah terkait kehidupan Sang Proklamator, baik itu yang masih asli hitam-putih hingga yang sudah hasil pewarnaan ulang. Ruangan di lantai tiga ini didesain layaknya sebuah ruangan pertemuan atau tempat untuk menyambut tamu-tamu negara. Karena berjajar rapi 6 bangku berwarna merah yang saling berhadapan, dan satu bangku di bagian ujung.

Sedangkan pada lantai 4 Musuem Agung Bung Karno di desain sebagai kamar tidur Bung Karno dan keluarga. Lalu ada juga meja rias Ibu Negara Fatmawati, dan miniartur Tirta Ampul. Konon, koleksi di sini adalah properti asli yang penah dipakai oleh Bung Karno dan Ibu Fatmawati pada tahun 1945.

Sangat menarik melihat benda-benda bersejarah dari sang Proklamator RI, bukan? Untuk masuk ke dalam Museum Agung Bung Karno kita harus membeli tiket seharga Rp25.000.