Masjid Cheng Hoo, Indahnya Akulturasi Islam-China-Melayu

Dari kejauhan, dua menara berwarna merah menyala dengan bangunan berarsitektur China sekilas terlihat seperti pagoda. awal keberadaannya, Awalnya masjid dibangun untuk menjaga hubungan baik antara masyarakat keturunan Tionghoa dengan masyarakat Palembang.

Dua menara masing-masing setinggi 17 meter dan bertingkat lima tersebut mengapit bangunan utama dengan kubah berwarna hijau. Saat memasuki pintu gerbang, nuansa budaya China begitu terasa. Tidak hanya karena arsitekturnya yang serba merah, tetapi juga nama masjid yang ditulis dalam aksara China. Bangunan ini tidak lain adalah komplek Masjid Cheng Hoo, yang bernama lengkap Masjid Al-Islam Muhammad Cheng Hoo.


Masjid Diplomasi Tiongkok - Palembang
Di awal keberadaannya, Masjid Cheng Hoo di Palembang dibangun dengan latar belakang untuk menjaga hubungan baik antara masyarakat keturunan Tionghoa dengan masyarakat Palembang pada umumnya, selain juga sebagai tempat untuk memperdalam ajaran agama Islam dan memperkenalkannya kepada masyarakat luas.

Digunakannya nama Cheng Ho juga bukan tanpa sebab, Cheng Ho dikenal sebagai panglima angkatan laut Tiongkok dari abad XV. Cheng Ho atau Zheng He dipercaya memimpin ekspedisi perdagangan menyusuri wilayah nusantara dengan menggunakan armada yang sangat besar. Meski awalnya perjalanan yang dilakukan Cheng Ho merupakan ekspedisi perdagangan, namun secara tidak langsung dirinya turut memperkenalkan Islam di wilayah yang disinggahinya. Karena perilakunya yang baik dan membawa kedamaian, Cheng Ho mempunyai banyak pengikut.

Masjid Cheng Hoo Palembang berukuran sekitar 20x20 meter dibangun di atas tanah seluas 4.990 m2. Tanah tersebut merupakan tanah hibah yang diberikan oleh Gubernur Provinsi Sumatera Selatan kala itu, Syahrial Oesman. Dalam pembangunannya, Masjid Cheng Ho dilengkapi dengan dua menara yang masing-masing diberi nama Habluminallah dan Hambluminannas. Sementara di bagian bawah menara terdapat tempat wudhu yang berukuran 4x4 meter.

Kedua menara Masjid Cheng Ho Palembang memiliki 5 tingkat yang melambangkan jumlah 5 shalat yang dilakukan dalam sehari. Tinggi menara mencapai 17 meter, angka tersebut merupakan simbol dari jumlah rakaat yang perlu dikerjakan oleh setiap muslim dalam sehari. Sementara di bagian luar menara dibubuhi ornamen khas Palembang berupa tanduk kambing. Penggunaan ornamen khas tersebut bukan tanpa sebab, selain karena Masjid Cheng Ho ini dibangun di tanah Palembang, masyarakat juga menyadari adanya kedekatan antara kebudayaan Palembang dengan kebudayaan Tionghoa.

Keberadaan Masjid Cheng Ho di Palembang bukan sekadar untuk mengkhultuskan Cheng Ho sebagai seorang tokoh muslim Tiongkok. Lebih dari itu, nama Cheng Ho diharapkan mampu menyadarkan kita akan arti penting meneladani apa yang sudah dilakukannya, yaitu menyebar kedamaian kepada siapapun yang ditemuinya.


Foto: Ansar Kurniawan, Maulidiansyah