Pagi Istimewa di Gereja Ayam, Sunrise dan Hamparan Lembah Borobudur

Pemandangan pagi di sini sungguh memikat, lembah Borobudur bermandi cahaya matahari. Lokasinya tersembunyi di perbukitan Magelang, Jawa Tengah, namun namanya kini makin kondang.

Jaraknya dari Yogyakarta sekitar 45 kilometer. Pemandangan dari ketinggian yang sungguh memikat bisa disaksikan dari tempat ini, terutama di pagi hari. Lokasinya tersembunyi di perbukitan Magelang, Jawa Tengah, namun namanya kini makin kondang. Bangunan yang diprakarsai oleh Daniel Alamsjah ini dikenal dengan sebutan Gereja Ayam.

Rumah doa memiliki nama resmi Rumah Doa Bukit Rhema. Namun, bangunan ini sering juga disebut sebagai Gereja Ayam oleh penduduk lokal. Letaknya di Dusun Gombong, Desa Kembanglimus, Magelang, Jawa Tengah.

Ini karena bentuknya mirip seekor ayam yang tengah duduk di tanah di bagian kepalanya terdapat sebuah mahkota. Bentuk bangunannya cukup besar, di mana bagian dalamnya terdapat ruang besar dan kamar-kamar. Hanya saja, Daniel Alamsjah mencoba meluruskan bahwa bangunan itu bukanlah berbentuk ayam, melainkan burung merpati.


Menyambut Matahari Terbit
Dari atas Gereja Ayam ini kita bisa menikmati pemandangan yang begitu menakjubkan. Salah satu waktu terbaik untuk mengunjunginya adalah pagi buta, sebelum matahari terbit. Tak hanya saat matahari terbit, hingga 1-2 jam sesudahnya pemandangan dari puncak Gereja Ayam ini pun luar biasa. Hamparan lembah Borobudur di kaki Pegunungan Menoreh, diselimuti awan dan kabut tipis disinari matahari pagi. Dramatis kan...

Siapkan waktu dan tenaga yang cukup ya. Karena memang butuh perjuangan dan tenaga untuk bisa sampai dipuncak Gereja Ayam ini.Lokasi gereja ini berada di Bukit Rhema di daerah Setumbu, Magelang, persis bersebelahan dengan kompleks Candi Borobudur.

Kalau menginap di Borobudur, kita bisa berangkat sekitar pukul 4 pagi. Jadi bisa jalan santai, dan menikmati suasana pagi buta yang istimewa di sini. Melewatkan pagi yang sunyi dan damai. Hingga menyambut detik-detik matahari mulai menampakkan diri, ditemani kicau burung dan kokok ayam dari perkampungan.

Gereja ayam ini awalnya merupakan tempat berdoa yang sudah berdiri sangat lama yaitu sekitar tahun 1992. Bangunan yang sudah cukup lama berdiri ini sekarang telah menjadi tempat wisata yang ramai pengunjung, terutama setelah dijadikan salah satu latar cerita film "Ada Apa Dengan Cinta 2". Dengan bentuknya yang unik membuat orang-orang tertarik untuk berkunjung dan mengambil foto di gereja ayam ini.

Gereja Ayam bisa dicapai melalui jalur yang sama menuju Punthuk Setumbu. Sebenarnya ada jalur cepat melalui jalur setapak dari Setumbu menuju ke Gereja Ayam, namun jika Sobat Pesona menggunakan mobil maka sebaiknya langsung menuju ke tempat parkir di Gereja Ayam ini.

Cukup banyak petunjuk yang mengarah ke Gereja Ayam ini, jadi kita tak periu khawtair kesasar nanti. Jika sudah sampai di parkiran, perjuangan kita belum usai karena harus melakukan pendakian terlebih dahulu setinggi 150 meter. Kondisi tanjakan ini cukup curam, jadi pastikan stamina fit saat berkunjung kesini ya.


Foto: Martinus Kurniawan, Sapril Partiyatomo