Inilah Kolam Susuk yang Sebenarnya di Indonesia

Menjauh dari kota besar, menepi di batas negeri. Kolam susu mungkin menjadi kolam alami di ujung Indonesia sebelum kita melangkah masuk ke Timor Leste.

“Bukan lautan, tapi kolam susu....” Demikian sepenggal lirik lagu Kolam Susu gubahan Koes Plus, salah satu band legendaris asal Indonesia. Walau namanya tak sama persis dengan lagu lintas zaman itu, namun Kolam Susuk lah yang konon menjadi cikal bakal lagu Koes Plus itu.

Kolam alami yang berada di Desa Dualaus, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini menjadi bukti keunikan lansekap negeri ini. Kata susuk sendiri dalam bahasa setempat memiliki arti nyamuk.

Menurut cerita masyarakat setempat, desa Dualaus pernah disinggahi oleh tujuh bidadari utusan Raja Lifao dari Oecusse untuk membersihkan diri. Sang raja mengirim nyamuk untuk mengganggu para bidadari agar tidak tidur. Sebab, jika para bidadari tidur, mereka akan dimakan oleh para pembantu raja.

Sejak itulah masyarakat setempat menyebut danau kecil itu dengan nama Kolam Susuk, walau sebenarnya saat ini sudah jarang ditemukan nyamuk berkeliaran.

Walau tidak serindang danau-danau yang umum kita temukan di kaki suatu gunung, namun Kolam Susuk juga terlihat sangat asri. Di sekeliling danau kita bisa menikmati tebing-tebing yang bertengger dengan gagahnya.

Sekawanan pohon bakau rindang yang berkolaborasi dengan pohon-pohon kedondong hutan membuat suasana kian sejuk. Kita bebas berteduh sambil bersantai di bawahnya tanpa perlu takut diusir.

Sambil menikmati suasana asri yang amat damai dan jauh dari polusi udara, kita bisa menikmati sedapnya olahan bandeng dan udang. Kedua hewan air payau itu adalah hasil asli dari Kolam Susuk. Pemerintah daerah pun terus melakukan promosi agar makin banyak yang menggemari bandeng dan udang khas Kolam Susuk.

Setelah puas bersantai di pinggir kolam, sempatkan diri untuk singgah di Teluk Gurita yang letaknya hanya terpaut sekitar 3 km dari Kolam Susuk. Teluk ini terbilang masih sepi peminat, padahal suasananya tak kalah asrinya dengan Kolam Susu.

Teluk Gurita sendiri sebenarnya merupakan sebuah pelabuhan kecil tempat kapal-kapal feri singgah sebelum menuju pulau-pulau lain di sekitar Pulau Flores. Memang tidak ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan di teluk ini, namun sekadar duduk dan memandang luasnya lautan yang menghampar di depan mata sudah benar-benar membuat hati kita damai.