Lenggak-Lenggok Penari Sanda Oni Toraja Yang Elok

Gadis Toraja dikenal cantik, berkarakter, punya pesona yang unik. Seperti terlihat dalam tarian Sanda Oni yang ditarikan oleh penari-penari cantik Toraja dengan penuh sukacita.

Penari Sanda Oni terdiri dari gadis-gadis, bersolek dengan mengenakan pakaian adat Toraja yang berwarna mentereng. Terkadang mereka menggunakan caping atau hiasan kepala ala Suku Toraja. Sementara beberapa pria bersiap dengan gendang duduk bersila. Dimulai dengan pukulan penabuh gendang  pertama, cukup pelan ,selanjutnya oleh penabuh lainnya. Irama berpadu gerak tari dan musik pun semakin cepat.

Jumlah penari Sanda Oni biasanya terdiri dari empat orang penari dan dua orang penabuh gendang. Masyarakat setempat menyebut mereka sebagai penari Sanda Oni. Dengan senyum manis menampilkan lenggak-lenggok tarian ini dengan sempurna. Beberapa kali terlihat formasi sejajar, berpindah dengan gerak cepat namun tetap seirama.


Tarian Suka Cita Toraja
Tarian Sanda Oni atau tarian ragam bunyi-bunyian ini dalam upacara adat suku Toraja. Biasanya tidak hanya diiringi oleh bunyi suara gendang. Tarian Sanda Oni seharusnya juga diiringi oleh bunyi-bunyian lain, salah satunya adalah bunyi tumbuk lesung.

Seiring berjalannya waktu, Tarian Sanda Oni dikreasikan sedemikian rupa sehingga memudahkan para penari. Sanda Oni tetap dalam pola lantai yang tidak jauh berbeda dari yang semestinya. Tarian Sanda Oni sudah menjadi wajib dalam beberapa perhelatan yang digelar di Toraja. Beberapa acara festival ikut dimeriahkan dengan penampilan Tarian Sanda Oni.

Bagi para pencinta tari, tarian Sanda Oni cukup mudah untuk dipelajari setiap gerakannya. Beberapa gerakan tangan seharusnya tampak lentur mengikuti arah kaki tapi tak sesulit Jaipongan. Masih terbilang mudah jika ditekuni.

Tarian Sanda Oni masuk dalam salah satu kategori tarian ceria dalam upacara adat di Toraja. Tarian ini juga biasanya ditampilkan dalam beberapa kegiatan penyambutan tamu-tamu yang berkunjung atau berwisata ke Toraja. Dimaksudkan tarian ceria sebab Toraja dalam upacara adat sukacita dan dukacita sama-sama menampilkan tari-tarian khas Suku Toraja. Yang membedakannya adalah jenis tarian dan bunyi yang menyesuaikan suasana upacara adat.

Sanda Oni juga tak jarang menjadi tarian yang diperlombakan di kalangan pelajar sebagai bentuk melestarikan budaya bagi kaum millenials. Beberapa perlombaan tari tingkat SMA digelar untuk menarik minat pelajar mengenal budaya daerahnya.

Bagi Sobat Pesona yang berkunjung ke Tana Toraja, jangan heran jika akan menyaksikan semua kalangan larut dalam setiap prosesi upacara adat yang ada. Sejak kecil mereka sudah belajar sejarah nenek moyang dan unsur pendukung lainnya, termasuk belajar dan terus menganggumi tari-tarian khas daerahnya.

Dalam perhelatan Toraja International Festival pun tarian Sanda oni ikut ditampilkan sebagai pelengkap cerita budaya Toraja. Jika mendapat kesempatan berkunjung ke Toraja, berwisata atau mengikuti upacara adat, jangan lewatkan bertemu dengan sanggar-sanggar seni yang ada di Toraja. Hampir semua tarian dalam upacara adat Toraja memiliki makna pelengkap dari ritual adat suku Toraja.


Foto : Suzana Dorothea