Senja Syahdu di Puncak Bukit Joko Tuo, Karimunjawa

Sunset Karimunjawa sangatlah istimewa ketika dilihat dari atas bukit. Menyaksikan matahari terbenam di antara gugusan pulau-pulau kecil, semilir angin di atas perbukitan dan kerangka paus di puncak bukit. Istimewa kan...

Gugusan kepulauan cantik di utara Kabupaten Jepara ini memang banyak menghipnotis wisatawan dengan keindahan alamnya yang sempurna. Apalagi dengan pesona bawah laut yang membuat siapapun berdecak kagum. Namun, ada satu tempat yang sempurna untuk menikmati keekotisan Kepulauan Karimunjawa, Bukit Joko Tuo, hanya berjarak sekitar sekitar 3 Km dengan waktu tempuh kurang lebih 15 menit dari titik awal Alun-Alun Karimunjawa.


Tulang Paus di Puncak Bukit
Selain udaranya sejuk, kita bisa menikmati matahari terbenam dari atas Bukit Joko Tuo. Objek ini memang tidak sepopuler tempat lain seperti Pulau Menjangan, Pulau Tanjung Gelam, atau Pulau Gosong. Namun keindahan sunset yang dilihat dari sini sempurna.

Jalanan menuju ke bukit dengan trek naik curam dengan tanah berbentuk tangga akan membuat kita membutuhkan tenaga ekstra. Selama perjalanan menuju ke Puncak Bukit Joko Tuo, kita akan disuguhi pepohonan khas hutan tropis yang rindang di kanan-kiri jalan. Ditambah udara sejuk serta suara burung yang berkicau akan menemani perjalanan kita menjadi semakin semangat berburu sunset di atas pulau karimunjawa.

Dari atas ketinggian sekitar 150 mdpl bukit ini tersaji pemandangan indah pulau-pulau yang ada di kawasan Karimunjawa. Sejauh mata memandang kita seperti dimanjakan oleh keindahan alam Karimunjawa. Pemandangan kapal yang hilir mudik melintasi lautan di kawasan Karimunjawa salah satu pemandangan menarik di sini.

Sebagian besar wisatawan yang menaiki Bukit Joko Tuo ini memang ingin menikmati sunset di Karimunjawa. Namun, tidak sedikit pula yang penasaran dengan kerangka paus. Ya, di puncak bukit terdapat tulang paus yang memiliki panjang 12 meter dan lebar 2 meter.

Hanya beratap asbes dan dibiarkan terbuka, situs ini berhasil mencuri perhatian wisatawan karena keunikannya. Kerangka paus ini oleh warga sekitar terkenal dengan nama Joko Tuo. Sekilas, bila dilihat kerangka ini mirip dengan kayu pahatan buatan manusia, namun kerangka ini merupakan asli kerangka fosil paus dari ratusan tahun lalu.

Berdasarkan cerita dari penduduk setempat, mahluk air raksasa berukuran panjang sekitar 3 meter ini merupakan jenis mamalia laut langka yang terdampar di Pulau Karimunjawa. Bukit Joko Tuo diambil dari nama yang disematkan masyarakat ke mahluk langka tersebut. "Joko tuo" sendiri berarti Perjaka Tua. Selain itu, ada juga Tasbih Raksasa yang terbuat dari batu. Konon, tasbih seberat satu ton itu dibawa dari Bukit Donorojo Jepara yang menjadi tempat pertapaan Ratu Kalinyamat.


Foto: Azkia Banata, Nafila Dinar