Baleganjur, Kesenian Kuno Nan Atraktif

Tradisi Bali yang biasa digunakan untuk mengiringi sebuah upacara keagamaan dan adat masyarakat Bali. Seperti upacara Ngaben atau pawai adat dan agama, yang mana ditempatkan di bagian paling belakang iring-iringan upacara.

Indonesia dengan keberagaman suku bangsa membuat bangsa ini sangat kaya akan seni dan budaya. Dari Timur sampai ke Barat, dari Utara sampai ke selatan terdapat banyak sekali kesenian-kesenian menarik yang dapat kita nikmati. Sehingga terkadang kita sendiri ketika mengunjungi suatu wilayah di Indonesia, terpukau dengan kesenian yg baru kita temukan di lokasi tersebut.

Di Bali ada salah satu kesenian kuno yang sampai saat ini masih eksis dan berkembang pesat. Nama kesenian nya adalah Baleganjur. Baleganjur adalah salah satu kesenian tradisi Bali yang biasa digunakan untuk mengiringi sebuah upacara keagamaan dan adat masyarakat Bali, seperti upacara Ngaben atau pawai adat dan agama yang mana ditempatkan di bagian paling belakang iring-iringan upacara.


Bala dan Ganjur
Istilah Baleganjur berasal dari suku kata, Bala dan Ganjur. Bala berarti pasukan atau barisan, dan Ganjur berarti berjalan. Dalam pengertian penuh, Baleganjur adalah sebuah kesenian yang mengunakan berbagai instrumen pukul (perkusi) yang dimainkan oleh sekelompok orang sambil berberjalan mengiringi sebuah upacara keagamaan atau adat masyarakat Hindu Bali.

Alat musik yang digunakan Baleganjur terdiri dari Gong, Ceng-ceng, Kendang, Kajar, Kempli, Kempur, Ponggang, Bende, dan Reong dan dimainkan oleh 20 sampai 30 orang pemuda. Dalam perkembangan nya, selain digunakan untuk upacara keagamaan dan adat di Bali, pada tahun 1986 terdapat kontes Baleganjur untuk memperingati HUT Puputan Badung. Lalu seiring berjalan waktu, Baleganjur pun sering dilombakan dan ditampilkan sebagai pertunjunkan yang dalam event-event.



Fungsi dan satus Baleganjur pun mengalami perubahan. Ditampilkan lebih aktratif dengan komposisi musik yang mendekati Gong Kebyar. Dan yang tidak kalah menarik adalah para pemusik nya yang lebih demonstratif memainkan gamelan dengan gerak-gerak tubuh yang dipolakan atau dikoreografikan yang dibawakan oleh muda-mudi Bali. Jenis Baleganjur ini dikenal oleh masyarakat Bali sebagai Baleganjur kreasi.

Hal menarik lain nya dari kesenian ini selain kostum yang dikenakan oleh pemusik, alat musik yang digunakan pun dihiasi oleh dekorasi-fekorasi untuk mendukung tema pertunjukan Baleganjur yang ditampilkan.


Foto : Mikhael Naftali