Berkunjung ke Desa Tertinggi di Pulau Jawa, Desa Sembungan

Desa Sembungan berada di ketinggian 2.306 mdpl. Hal ini seakan menetapkan bahwa desa ini menjadi salah satu desa tertinggi di Pulau Jawa. Menariknya, jika kita ke sini pada musim kemarau, suhu udaranya bisa mencapai nol derajat, loh!

Bagi yang sudah pernah berkunjung ke Dataran Tinggi Dieng, pasti tidak akan asing dengan desa ini. Yup, Desa Sembungan memang berlokasi cukup dekat, tepatnya di Kecamatan Kejajar, Wonosobo, atau sekitar 7 kilometer dari pusat wisata di Dataran Tinggi Dieng. Menariknya, desa ini disebut-sebut sebagai desa tertinggi di Pulau Jawa, loh! Hal ini dikarenakan Desa Sembungan berada di ketinggian 2.306 mdpl.

Tak sulit untuk menuju ke Desa Sembungan, karena jalanannya sudah diaspal dan bisa dilalui kendaraan bermotor. Dari Dieng menuju ke Desa Sembungan hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit saja, loh! Karena berada di ketinggiannya, jangan tanya soal udara di sini. Disarankan untuk membawa jaket agak tebal untuk melindungi suhu tubuh kita dari udara dingin di Desa Sembungan.

Nama ‘Sembungan’ di desa ini konon berasal dari nama Joko Sembung atau Kiai Adam Sari, yang merupakan saudara dari Sunun Kalijaga. Tapi ada versi lainnya tentang nama dari desa ini, yang berasal dari tumbuhan sembung yang banyak tumbuh di sekitar desa.

Masyarakat di Desa Sembungan rata-rata bekerja sebagai petani sayur-sayuran. Karena letaknya berada di daerah yang cukup tinggi, sayuran di sini terkena dengan hasilnya yang cukup baik. Hasil pertanian di Desa Sembunan banyak berupa wortel, terong, kentang, carica, hingga tumbuhan obat; purwaceng.

Dari sisi wisata, Desa Sembungan juga bisa menjadi pintu masuk bagi pendaki yang ingin menuju ke Bukit Sikunir. Yup, salah satu bukit yang menjadi titik terbaik untuk melihat golden sunrise di kawasan Dieng ini. Selain itu, di sini juga terdapat wisata Telaga Cebong, Air Terjun Sikarim, Gunung Seroja, hingga Gunung Pakuwojo.

Hal menarik lainnya dari Desa Sembungan ini bisa kita lihat dan rasakan saat musim kemarau tiba. Pasalnya, saat kemarau tiba suhu udara di Desa Sembungan bisa mencapai nol derajat, bahkan minus, loh! Kebayang dong, dinginnya seperti apa?

Jadi, jangan lupa membawa jaket tebal saat berkunjung ke Desa Sembungan, ya?