Ma'Bubung, Menari di Atap Tongkonan Toraja

Ritual ini biasanya dilakukan oleh seorang laki-laki. Menariknya orang yang melakukan ritual ini akan tampak berlarian tanpa rasa takut di atas atap Tongkonan, dengan pakaian adat Toraja lengkap.

Daya tarik Tana Toraja tidak hanya lereng-lereng gunung dan persawahan menghijau sejauh mata memandang. Lebih teliti melihat ke balik pucuk pohon, tampak menjulang jejeran tanduk kerbau sebagai ornamen menambah ciri khas rumah tinggal Suku Toraja.

Tongkonan terbilang unik dari bentuk dan cara pembuatannya, serta fungsi Tongkonan sejak dahulu sudah menjadi daya tarik banyak orang ketika sedang berwisata ke Toraja.

tongkonan tidak hanya menjadi rumah tinggal bagi satu kepala keluarga dan seluruh anggota keluaga mereka. Tongkonan dibangun sebagai lambang kehidupan satu keluarga.

Tongkonan biasanya dilengkapi dengan bangunan lain yaitu lumbung atau dalam bahasa suku Toraja disebut alang. dan ketika semua proses pengerjaan telah selesai, barulah syukuran Tongkonan di gelar.

Tongkonan kemudian menjadi simbol strata kehidupan dan bagaimana mereka hidup di Toraja. Tak heran, setiap detil yang muncul dalam pambuatan tongkonan di Toraja sarat makna. Mendirikan Tongkonan bagi orang Toraja adalah wajib, apalagi bagi keluarga darah biru di suku ini.


Ritual Akhir, Pemasangan Atap Tongkonan
Persiapan pembuatan Tongkonan sampai pada peresmiannya yang membutuhkan waktu yang cukup lama dan dana yang tidak sedikit. Orang Toraja punya ritual atau upacara adat sukacita dengan persiapan dan perayaan yang terbilang mewah.

Salah satu yang terpenting adalah Ma'bubung atau ritual pemasangan atap terakhir. Ritual ini biasanya dilakukan oleh seorang laki-laki. Menariknya orang yang melakukan ritual ini akan tampak berlarian di atas atap Tongkonan. Uniknya, tidak sekadar memasang atap dengan pakaian khas suku Toraja, tapi mereka juga menari tanpa rasa takut.  Tak pelak selama ritual ini berlangsung, menjadi tontonan yang menarik bagi siapa saja yang hadir.

Secara keseluruhan pesta ruah atau pesta untuk Togkonan disebut dengan istilah Mangrara Banua. syukuran Tongkonan adalah pesta besar bagi keluarga yang melaksanakan. tidak lepas dari ternak sembelihan dan juga ritual-ritual pemberkata rumah lazim dilakukan. keluarga berkumpul. bahkan dari perantauan ikut kembali pulang merayakan kesuksesan pembangunan Tongkonan Keluarga.

Di era millenial ini, Tongkonan tidak lagi hanya menjadi simbol keunikan dan ciri khas suku Toraja. upaya untuk memperkenalkan dan melestarikan cerita rakyat juga menjadi motivasi beberapa Hotel dan tempat Wisata di Toraja menghadirkan Tongkonan menjadi ikon unggulan. Bentuknya yang unik menjadi daya tarik wisatawan untuk memilih kamar-kamar yang tersedia. ukiran warna mencolok menambah keindahan Tongkonan yang sudah pasti berasal dari kearifan lokal suku Toraja.

Sobat Pesona juga bisa merasakan sensasi tinggal di Tongkonan. Toraja telah lama membuka diri kepada dunia Luar, tapi masih dengan teliti memperhatikan setiap ciri khas dan mempertahankannya hingga kini. beberapa Tongkonan tua dengan sejarahnya juga telah menjadi destinasi wisata yang menarik di Toraja.

Selain Ke'te Kesu sebagai kawasan wisata Togkonan Tua yang sudah sangat terkenal, ada juga Buntu'Pune masih ke kecamatan yang sama. cuaca tang sejuk di Toraja sangat pas buat wisatawan mencoba pengalaman menarik ini, menginap di Tongkonan tua suku Toraja.


Foto : Suzana Dorothea