Masjid Menara Kampung Melayu, Jadi Langganan Syuting Film

Bangunan bersejarah peninggalan saudagar kaya dari Yaman, dibangun pada era 1800-an itu memadukan gaya Arab, Melayu dan Jawa. Masjid ini punya tradisi pembagian Kopi Arab secara gratis pada setiap bulan Ramadhan.

Semarang merupakan bagian penting dari perjalanan sejarah Indonesia. Kota ini menyimpan banyak peninggalan kuno. Selain Lawang Sewu, Kota Lama, atau Festival Cheng Ho, Masjid Menara Kampung Melayu merupakan salah satu destinasi yang menarik untuk dikunjungi. Terutama pencinta wisata sejarah dan religi.

Masjid Menara Melayu berdiri di areal seluas 270 meter persegi, merupakan bangunan bersejarah peninggalan saudagar kaya dari Yaman. Berada di Jalan Layur, Desa Dadapsari, Semarang Utara, Masjid Menara Kampung Melayu  juga dikenal dengan nama Masjid Menara Layur oleh masyarakat setempat.


Paduan Arab - Melayu - Jawa
Arsitektur masjid yang dibangun pada era 1800-an itu merupakan kolaborasi antara bangunan bergaya Arab Melayu dengan balutan tradisional Jawa. Budaya Arab Melayu itu tampak dari bentuk bangunan menara dan  gerbang masjid yang beratapkan kubah. Sedangkan corak bangunan khas Jawa diwakili oleh atap utama masjid berbentuk tumpang tiga yang disangga oleh empat pilar kayu jati.

Masjid Menara Kampung Melayu berada di tepian Kali Semarang. Dahulu banyak kapal bersandar di tepi Kali Semarang, terutama kapal-kapal yang berasal dari Yaman. Oleh sebab itu pembangunan Menara di dalam masjid berfungsi untuk memantau dan memberi aba-aba kepada kapal yang hendak bersandar.

Namun seiring berjalannya waktu, Bangunan Masjid Menara Kampung Melayu sering terdampak banjir rob dari Kali Semarang. Dampak dari banjir rob itu, menjadikan sebagaian bangunan masjid tenggelam. Sehingga masjid yang semula terdiri dari dua lantai, saat ini hanya menjadi satu lantai. Dampak lain dari banjir rob adalah perpindahan etnis Arab yang semula bertempat tinggal di sekitar masjid, memutuskan untuk berpindah ke kawasan tempat yang lebih tinggi.


Syuting Film dan Pembagian Kopi Gratis
Selain digunakan untuk aktivitas salat dan ibadah lainnya, Masjid Menara Kampung Melayu juga kerap dijadikan lokasi syuting film. Dua diantara film yang pernah berlokasi disana adalah Film Tanda Tanya (2011) karya sutradara Hanung Bramantyo dan Film Ave Maryam (2018) karya sutradara Robby Ertanto. Pemilihan Masjid Menara Kampung Melayu sebagai lokasi syuting lantaran keunikan detail bangunan dan karakteristik budaya Arab Jawa yang begitu melekat di setiap sudutnya.

Budaya unik Masjid Menara Kampung Melayu adalah tradisi pembagian Kopi Arab secara gratis tiap bulan Ramadhan tiba. Perbedaan Kopi arab dengan kopi pada umumnya adalah pada penggunaan campuran rempah-rempah dalam bubuk kopi. Adapun jumlah rempah-rempah yang digunakan sejak dahulu berjumlah tujuh jenis yang meliputi, kapulaga, kayu manis, serai, cengkeh, jahe, daun pandan, dan daun jeruk.

Resep Kopi Arab itu tidak berubah sejak diajarkan oleh orang Yaman dahulu kala. Sehingga secara kualitas rasa tetap nikmat seperti Kopi Arab buatan orang Yaman. Pihak pengelola masjid menyediakan Kopi Arab pada saat berbuka puasa dan tadarus Al-Qur’an.


Foto : Aji Kusuma