Surga Bagi Pemburu Senja di Danau Lut

Berada di dataran tinggi Aceh, Danau Lut menawarkan pesona yang tiada duanya, apalagi bagi mereka para pemburu senja.

Lokasinya berada di Dataran Tinggi Gayo, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah yang terkenal sebagai salah satu penghasil kopi terbaik di Indonesia. Kawasan ini juga sudah dikenal menjadi salah satu kantong wisatawan di Aceh. Namun demikian, keindahan Danau Lut belum banyak dieksplorasi.

Danau yang memiliki luas 5.472 hektare memang agak terpencil, jauh dari kehidupan kota. Jadi, siapkan waktu untuk bermalam jika ingin puas menikmati keindahan danau lut.

Jalur paling umum yang wisatawan gunakan adalah melalui Takengon yang berada di antara Banda Aceh dan kota Medan di Sumatera Utara. Dari kedua kota itu, kita sama-sama membutuhkan waktu 5-7 jam perjalanan darat.

Atau jika tidak punya waktu banyak untuk bermalam, kita bisa memanfaatkan pesawat dari Bandara Kualanamu atau Bandara Banda Aceh menuju Bandara Rembele di Takengon. Dengan pesawat, kita bisa menghemat waktu sangat banyak, karena penerbangan hanya ditempuh dalam waktu satu jam.

Danau yang menghampar luas di depan mata membuat kita terlena dan terasa ingin menjelajahinya. Cukup sewa kapal motor yang sudah tersedia di pinggir danau, dan kita akan diajak berkeliling Danau Lut sampai puas.

Tapi ingat, jangan coba-coba untuk berenang di danau ini karena di sekitar danau tidak tersedia tim penyelamat. Warga sekitar pun hampir tidak pernah berenang di danau ini. Jadi, cukup nikmati danau dari tepinya atau menggunakan kapal kecil jika ingin ke tengah danau.

Masyarakat sekitar danau percaya bahwa Danau Lut dijaga oleh Lembide, makhluk halus yang menghisap darah orang yang berenang di danau ini. Dahulu masyarakat sekitar danau percaya, makhluk inilah yang menjadi penyebab tenggelamnya orang-orang.

Padahal, penyebab utama larangan berenang adalah karena kedalaman danau dan suhu air yang sangat bervariasi antara satu tempat dengan tempat lainnya.

Nama Lut sendiri menurut warga sekitar berarti laut. Danau Lut bagi masyarakat sekitar bukan sekadar danau, tapi juga laut namun dengan air tawar. Maka itu, masyarakat sering juga menyebutnya dengan nama Danau Laut Air Tawar.

Jika kita bertandang ke sekitar danau, jangan lupa mencicipi kopi khas tanah Gayo yang kesohor itu. Jangan lewatkan momen saat fajar menyingsing atau di senja hari. Perpaduan antara pemandangan matahari terbenam, udara dingin, hangatnya kopi gayo, dan hamparan air danau menghasilkan momen yang sangat epik dan tak terlupakan.