Keagungan Tay Kak Sie, Klenteng Terbesar di Semarang

Tay Kak Sie juga dikenal dengan nama “Kuil Kesadaran Agung”, dibangin pada era Kaisar Dao Guang, 1821 - 1850. Corak ornamen khas bangunan Tionghoa juga menghiasi setiap sudut klenteng, salah satunya adalah sepasang naga yang sedang berebut matahari.

Semarang dikenal sebagai kota akulturasi budaya, mulai dari etnis Jawa, Arab, hingga Tionghoa yang hidup berdampingan disana. Salah satu warisan budaya yang menarik dikunjungi adalah Klenteng Tay Kak Sie yang berada di Gang Lombok No 62 Pecinan Semarang.

Klenteng Tay Kak Sie dibangun pada era Kaisar Dao Guang (1821-1850) dari Dinasti Qing. Pada awalnya klenteng hanya untuk memuja Dewi Welas Asih atau Dewi Kwan Sie Im Po Sat. Namun saat ini, Tay Kak Sie menjadi rumah ibadah untuk menyembah Dewa - Dewi Tao dan menempatkan Dewi Welas Asih sebagai tuan rumah.


Kuil Penjaga Keadilan
Tay Kak Sie juga dikenal dengan nama “Kuil Kesadaran Agung”, seperti yang tertulis di bagian papan nama klenteng itu. Corak ornamen khas bangunan Tionghoa juga menghiasi setiap sudut klenteng, salah satunya adalah sepasang naga yang sedang berebut matahari. Dalam kepercayaan Tiong Hoa, naga berarti hewan yang melambangkan kekuatan, keadilan dan penjaga kesucian.

Sedangkan ornamen khas yang ada di Klenteng Tay Kak Sie adalah Patung Laksamana Cheng Ho yang berdiri diantara dua lilin raksasa. Pembangunan patung Cheng Ho ditujukan untuk menghargai sang Laksamana atas pendaratannya di Semarang. Tak hanya itu, sebuah patung Budha di bawah Pohon Bodhi di halaman klenteng juga menambahkan kesan keagungan Tay kak Sie.

Seperti pada aktifitas klenteng pada umumnya, Tay Kak Sie selalu rutin menggelar kegiatan-kegiatan jelang perayaan Imlek. Berbagai upacara itu antara lain, membersihkan patung-patung dewa, upacara pelepasan roh jahat, hingga perayaan upacara mengantar dewa ke khayangan.

Agenda yang spesial yang digelar tahunan adalah upacara perayaan kedatangan Laksamana Cheng Ho atau yang dikenal dengan Festival Cheng Ho. Dalam festival itu berbagai kegiatan akan digelar, mulai dari upacara membersihkan patung Cheng Ho, arak-arakan barongsai, dan berbagai penampilan acara kesenian.

Tahun ini Festival Cheng Ho diselenggarakan di Klenteng Sam Po Kong Semarang, 3-4 Agustus 2019. Arak - arak membawa patung Cheng Ho dari Klenteng Tay Kak Sie menuju ke Sam Po Kong biasanya diikuti oleh ribuan orang. Dalam rangkaian agenda Festifal Cheng Ho nantinya juga akan digelar Napak Tilas Cheng Ho. Hal itu bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait literasi sejarah perjalanan  Laksamana Cheng Ho menjelajahi samudera hingga berlabuh di Semarang.


Foto : Aaji Kusuma