Apa Sebenarnya Fungsi Kolecer?

Masyarakat Sunda, terutama yang tinggal di kawasan Sukabumi, Kabupaten Bogor dan Kabupaten Purwakarta tidak bisa lepas dari Kolecer.

Asal-usul kolecer tidak jelas. Yang jelas, kolecer sudah dikenal secara turun temurun di kalangan masyarakat di Sukabumi, Purwakarta, dan Subang. Saat ini kolecer hanya sebatas menjadi mainan atau pajangan rumah. Pemerintah setempat beberapa kali juga menggelar festival kolecer. Tapi apa sebenarnya kegunaan kolecer pada zaman dahulu?

Menurut catatan sejarah, sebenarnya pada awalnya kolecer dibuat lantaran para petani membutuhkan hiburan di sela-sela mereka menunggu ladang. Karena angin berhembus kencang, akhirnya mereka berpikir untuk membuat sebuah kincir angin yang indah.

Tidak hanya enak dilihat, kincir angin itu juga akan mengeluarkan suara ketika disapu oleh angin, sehingga membuat suasana sunyi jadi semarak.

Nah, menurut kata para sesepuh, kolecer yang bagus adalah kolecer yang akan berputar ketika diterpa angin. Ketika angin semakin kencang dan putarannya semakin kuat, kolecer secara tiba-tiba akan berhenti dan kemudian berputar lagi.

Kolecer seperti itu dikatakan bagus karena memiliki makna filosofi yang tinggi. Kolecer itu mengajarkan, tiap orang harus menjadi manusia yang sukses. Namun, saat mencapai kesuksesan, kita harus berhenti sejenak untuk merenung dan mengintrospeksi diri.

Kita harus bertanya kepada diri sendiri, mau untuk apa kesuksesan yang telah kita raih itu. Setelah cukup merenung, barulah kita melanjutkan langkah ke depan.

Di beberapa daerah, seperti di Kota Subang, masyarakat akan mulai membuat kolecer saat musim angin barat berhembus, atau saat pergantian musim hujan ke musim kemarau.

Kolecer besar biasanya menggunakan bahan utama bambu setinggi 7-15 meter. Bambu juga digunakan untuk menjadi baling-balingnya, walaupun saat ini banyak juga yang menggunakan kayu jati. Sedangkan bagian buntut menggunakan daun kelapa.