Berfoto dengan Kincir Raksasa di PLTB Sidrap

Kincir ini adalah bagian dari Pembangkit Listrik Bayu di Sidenreng Rappang (Sidrap) Pare-Pare, Sulawesi Selaran. PLTB ini adalah yang pertama di Indonesia dan sudah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 2018 lalu.

Sobat Pesona pernah melihat selebgram di Instagram berfoto dengan latar belakang kincir raksasa? Sekali lihat, rasanya ingin juga, kan, pergi ke tempat itu? Pertama kali melihat foto kincir besar itu, kebanyakan Sobat Pesona menduga kalau lokasi tersebut ada di Belanda atau negara-negara Eropa lainnya.

Nah, kalau ingin juga berfoto dengan latar belakang seperti itu, sebenarnya Sobat Pesona cukup datang ke Makassar, lho. Selain melihat keindahan Pantai Losari yang hits atau menjajal nikmatnya coto Makassar, kita bisa merasakan berfoto dengan latar belakang kincir raksasa juga. Jadi, tak perlu jauh-jauh ke luar negeri. Lebih hemat di negeri sendiri, kan?

Kincir ini adalah bagian dari Pembangkit Listrik Bayu di Sidenreng Rappang (Sidrap) Pare-Pare, Sulawesi Selatan. PLTB ini adalah yang pertama di Indonesia dan sudah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 2018 lalu.

Jarak menuju Sidrap sekitar 3 hingga 4 jam dari Makassar. Sobat Pesona bisa membawa kendaraan roda empat atau bisa juga naik kereta api lokal untuk menuju ke sini. Tidak usah khawatir membayangkan perjalanan panjang, karena kita akan disuguhkan pemandangan alam Makassar yang indah banget.

Tiba di PLTB Sidrap, memang tidak sembarangan orang bisa masuk ke daerah ini. Eits, tapi Sobat Pesona jangan sedih dulu. Kita tetap bisa berfoto-foto dengan latar kincir besar dari luar area, bahkan sudut manapun. Kok, bisa? Sebab kincirnya sangat besar dan bisa terlihat dari kejauhan. PLTB Sidar memiliki 30 kincir angin dengan masing-masing tower tingginya mencapai 80 meter. Baling-balingnya saja mencapai 57 meter!

Untuk menghemat waktu perjalanan, Sobat Pesona bisa menginap di sejumlah hotel yang ada di sekitar Pare Pare. Dari PLTB, Sobat Pesona bisa melanjutkan perjalanan ke Monumen Cinta Sejati Habibie Ainun untuk melihat sejarah dan bukti kasih sayang Pak Habibie kepada Ibu Ainun hingga akhir hayatnya. Ada banyak foto-foto lama yang dipajang di sini.

Sore harinya, aku menyempatkan diri untuk menikmati sunset sambal makan singkong goreng dan pisang gepeng yang dijual di sekitar alun-alun Pare Pare. Banyak warga lokal yang senang datang ke sini untuk menikmati Monumen Cinta Sejati Habibie Ainun sambal menunggu senja. Suasananya sungguh ramai, tapi jadi romantis.