Museum Sangiran, Melihat Kehidupan Manusia Purba di Sragen

Museum purba terlengkap di Asia ini menyimpan puluhan ribu fosil dari zaman pleistosen, yang terdiri dari fosil manusia, fosil binatang bertulang belakang, dan fosil binatang air. Selain itu, di dalam museum juga berisi batu-batuan dan alat-alat batu zaman dahulu.

Kabupaten Sragen menjadi pusat perhatian dunia karena banyak ditemukan fosil-fosil langka yang diduga menjadi awal peradaban dunia. Karena penemuannya tersebut, Sragen mendapat julukan sebagai Kota Fosil. Untuk menjaga fosil tersebut, dibangunlah Museum Sangiran.

Museum Sangiran berada di Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, berdekatan dengan area situs fosil purbakala Sangiran yang merupakan salah satu situs warisan dunia UNESCO. Museum Sangiran menyimpan puluhan ribu fosil dari zaman pleistosen atau lebih dari dua juta tahun yang lalu.


Terlengkap di Asia, Koleksi Fosil Berusia Jutaan Tahun
Ruang pameran Mseum Sangiran terbagi menjadi beberapa bagian. Setiap ruang pameran ini menyuguhkan berbagai fosil jutaan tahun lalu yang tertata rapi, dan dilengkapi dengan keterangan fosil tersebut. Selain ruang pameran, Museum Sangiran juga mempunyai fasilitas lainnya, seperti laboratorium penelitian, gudang fosil, dan ruang slide.

Beberapa koleksi Museum Sangiran adalah fosil manusia, antara lain Australopithecus Africanus, Pithecanthropus Mojokertensis, Meganthropus Palaeojavanicus, Pithecanthropus Erectus, Homo Soloensis, Homo Neanderthal Eropa, Homo Neanderthal Asia, dan Homo Sapiens.

Selain fosil manusia, di dalam museum juga terdapat fosil binatang bertulang belakang dan fosil binatang air, antara lain Elephas Namadicus, Stegodon Trigonocephalus, Mastodon Sp, Bubalus Palaeokarabau, Rhinocerus Sondaicus, Bovidae, Crocodilus Sp, Mollusa, Chelonia, dan Hippopotamus Sp.

Koleksi museum lainnya berupa alat-alat zaman dahulu yang terbuat dari batu, seperti serpih, bilan, serut, gurdi, kapak persegi, bola batu, dan kapak perimbas. Selain itu terdapat juga batu-batuan yang dipamerkan di dalam museum, seperti meteorit atau taktit, kalesdon, diatome, agate, dan ametis.

Sebagai museum terlengkap di Asia, Museum Sangiran juga menjadi tempat penelitian para peneliti dari berbagai negara. Selain itu, museum ini juga bisa digunakan sebagai tempat alternatif untuk belajar sejarah. Sobat Pesona bisa berkunjung ke museum ini setiap hari Selasa hingga hari Minggu, mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB.


Foto: Rini Spena, Virnandiko Ananda Pratama