Pulau Merah, Primadona Surfer di Ujung Timur Jawa

Pantai di Pulau Merah, sering memancarkan warna merah ketika sore hari. Ini karena pasir basah yang terkena pancaran sinar matahari saat musim kemarau. Ombaknya indah dan aman, membuat surfer betah hingga berminggu-minggu menghabiskan liburan di pesisir selatan Banyuwangi ini.

Banyuwangi menyimpan rangkaian pantai selatan yang tidak kalah elok dengan pantai-pantai yang ada di Pulau Bali. Seperti yang Pantai Merah yang menjadi destinasi wisata andalan baru bagi para turis asing yang ingin berselancar di atas ombak perairan Banyuwangi. Mereka disuguhi dengan beragam jenis pantai berombak yang menantang adrenalin bermain surfing. Pantai di Pulau Merah ini berada di Desa Sumber Agung, Kecamatan Pesanggaran.

Pantai Pulau Merah berada di ujung selatan, masih menjadi satu rangkaian dengan Pantai Penyu Sukamade, Pantai Pancer dan Pantai Teluk Hijau. Lalu kenapa diberi nama Pulau Merah? Jawabnya ternyata pada bukit kecil yang berada di tengah laut. Menurut masyarakat sekitar pantai ini, tanah yang berada di bukit kecil itu, berwarna merah. Namun, karena banyaknya pohon, tidak terlihat persis warna merah di bukit itu.


Senja Merah
Pantai di Pulau Merah, sering memancarkan warna merah ketika sore hari. Ini disebabkan karena pasir basah yang terkena pancaran sinar matahari, saat musim kemarau. Ombaknya yang indah dan aman digunakan untuk menikmati air laut, membuat surfer dari mancanegara ataupun domestik, memilih untuk menginap hingga berminggu-minggu di homestay yang sudah tersedia.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sendiri, rutin membuat event surfing setiap tahunnya yang diikuti peselancar dari puluhan negara. Ombaknya dinilai cocok karena memiliki ketinggian hingga 2,5 meter dan panjang sekitar 300 meter. Keamanan wisatawan pun terjamin karena lifeguard menjaga dari menara pengawasan di bibir pantai. Mereka memantau dan menjaga pengunjung yang asyik bermain air laut. Mempercepat pertolongan apabila ada sesuatu yang menimpa wisatawan.

Nah, bagi Sobat Pesona yang ingin berselancar, tapi tidak membawa peralatan tersebut, jangan khawatir. Pengelola Pulau Merah sudah menyiapkan papan seluncur yang bisa disewa. Rata-rata, papan seluncur disewakan hingga Rp 50.000 untuk bermain selama 2 jam.

Selain berselancar dan berenang, kita juga bisa snorkeling. Lokasinya berada di dekat bukit. Ada penyewaan peralatan snorkeling untuk traveler yang ingin menikmati keindahan bawah laut di Pulau Merah. Tidak mengherankan, banyaknya aktivitas olahraga di laut ini, menjadikan destinasi wisata itu, sangat dikagumi pengunjung. Termasuk kebersihan dan keindahan pesona pantai yang disuguhkan. Satu lagi yang menarik adalah sebuah Pura bernama Pura Tawang Alun yang dibangun tahun 1980-an.

Biasanya, Pura itu digunakan untuk tempat sembahyang masyarakat sekitar Pulau Merah, Pura ini juga sering mendapatkan kunjungan dari umat Hindu, khususnya yang datang dari Pulau Bali ataupun warga yang tinggal di kawasan Bromo Tengger Semeru, Probolinggo.

Menuju tempat ini tidaklah terlalu sulit. Dari Kota Banyuwangi, menempuh jarak sekitar 60 km. Bila membawa kendaraan pribadi, waktu tempuh perjalanan sekitar 3 jam. Penunjuk jalan menuju lokasi itu, cukup banyak dan membantu. Jika menggunakan moda transportasi umum, berangkatlah dari Terminal Jajag, Banyuwangi menuju Terminal Pesanggaran di Kecamatan Pesanggaran. Sampai di sana, cukup menggunakan ojek menuju Pulau Merah.


Foto : Nunus Rachmantyo