Kopi Bengkulu, Cita Rasa Pegunungan Bumi Rafflesia

Semua kopi Bengkulu ditanam di pengunungan dengan ketinggian 700 mdpl sampai 1.500 mdpl. Dengan ketinggian ini membuat kopi Bengkulu punya karakter sendiri. Tanaman kopi di Bengkulu berada di daerah pegunungan Kepahiang, Lebong, dan Bengkulu Utara.

Perkembangan kopi di Indonesia sangat menggembirakan. Hampir di seluruh Indonesia banyak kedai kopi bermunculan. Termasuk ketika kita berkunjung ke Bengkulu, ada banyak gerai kopi di sana. Menariknya, kopi yang disajikan adalah hasil dari kebun kopi dari petani Bengkulu dengan cita rasa unik.

Alam pengunungan Bumi Rafflesia dengan  kontur tanah yang tinggi membuat kopi tumbuh subur. Bukan hanya sekadar tumbuh, kopi produksi Bengkulu punya karakter yang khas dan nikmat. Bahkan saat ini, kopi Bengkulu telah menjadi salah satu primadona pencinta kopi di dunia.

Dalam ajang Festival Bumi Rafflesia yang berlangsung 18-22 Juli di Pantai Panjang, ada banyak brand kopi Bengkulu dipamerkan. Pengunjung dapat mencicipi kopi Bengkulu yang tersohor itu.  Ada kopi Gading Cempaka yang sudah ada sejak 1920, Tman Coffe, Bencoffe, dan lainnya.


Ditanam di Pegunungan
Mengapa kopi Bengkulu punya cita rasa yang khas dan nikmat? Semua kopi Bengkulu ditanam di pengunungan dengan ketinggian 700 mdpl sampai  1.500 mdpl. Semakin tinggi tempat menanam kopi, maka kualitasnya semakin baik. Dengan ketinggian ini membuat kopi Bengkulu punya karakter sendiri. Tanaman kopi di Bengkulu berada di daerah pegunungan Kepahiang, Lebong, dan Bengkulu Utara.

Mizar salah seorang petani dari Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, bercerita kalau tananam kopinya merupakan peninggalan dari kakeknya. Menurutnya kopi lokal Bengkulu seperti kopi kepahiang memiliki cita rasa buah spesial. Ia mengaku menanam kopi tanpa pupuk kimia dan pestisida.


Tanah Untuk Tanam Rempah-rempah
Tanah yang dipakai untuk menanam kopi adalah daerah pegunungan yang umumnya juga ditanami rempah-rempah. Kebun kopi Mizar salah satu contohnya, di antara tanaman kopi, ia juga menanam lada. Waktu tanam kopi sampai berbuah dan dipetik berkisar sekitar 2 tahun lebih. Biasanya jika sudah tahun ke-4, masuk panen raya.

Kopi lokal dari Bengkulu, ada jenis arabica dan robusta. Tapi paling tersohor adalah jenis robusta. Berdasarkan informasi Pusat Penelitian Kopi Nasional, varian kopi robusta Bengkulu menduduki peringkat 5 nasional.

Lantaran kopi yang berkualitas, saat ini kopi Bengkulu dibeli oleh banyak orang di luar negeri. Beberapa negara yang kerap memesan kopi robusta Bengkulu, antara lain, Inggris, Rusia, Amerika, Malaysia, dan Singapura.


Foto: Rachmad Sadeli