5 Hal Ini Bikin Siapapun Jatuh Cinta Pada Toraja

Toraja pun menjadi daerah yang aman dan ramah terhadap siapapun yang akan datang berlibur ke tempat ini. Bagi orang Toraja, adalah pantang untuk menerima tamu secara ala kadarnya. Bagi mereka tamu adalah pembawa rezeki yang harus diperlakukan sebaik mungkin.

Tak perlu heran jika sudah berkali-kali mengunjungi Tana Toraja namun masih saja selalu terpukau dan masih saja ingin terus kembali. Memang untuk mengenal lebih dalam soal Toraja dengan segala keunikan budaya dan keindahan alamnya rasanya sebuah short trip ke Toraja tidak akan cukup.

Banyak sekali bentuk kearifan lokal yang masih dipertahankan sampai saat ini di Toraja. Baik kehidupan yang harmonis antara seluruh warga, kehidupan yang harmonis antara manusia dengan lingkungan tempat tinggalnya. dan kehidupan yang harmonis antara manusia dan Tuhannya. Toraja pun menjadi daerah yang aman dan ramah terhadap siapapun yang akan datang berlibur ke tempat ini.


Ketaatan Pada Tradisi
Di kota maupun di desa, upacara adat Toraja baik sukacita maupun duka cita semuanya bernilai fantastis dengan banyak kerbau sebagai simbol kekhasan upacara adat mereka. Apalagi upacara-upacara adat hampir sepanjang tahun silih berganti digelar di beberapa tempat.

Menariknya, upacara adat di Toraja apapun bentuknya selalu mendatangkan kegembiraan bagi mereka sehingga kita pun ikut merasakan dan larut dalam suasana itu. Bahkan pada upacara salin baju mumi atau Ma'nene, justru melarang orang menangis sepanjang ritual berlangsung. Sebaliknya harus dengan suka cita mempersembahkan yang terbaik buat orang-orang yang mereka cintai yang telah lama mendahului.


Tamu Adalah Raja
Hal lain dari kehidupan sehari-hari suku Toraja adalah pantang untuk menerima tamu yang datang ala kadarnya. Bagi mereka tamu adalah pembawa rezeki, maka harus diperlakukan sebaik mungkin. Malah mereka ingin jadikan teman sekaligus saudara. Maka keramahan sangat terasa dimanapun sampai ke pelosok kampung dan lereng-lereng gunung Toraja.


Kuburan, Primadona Wisata
Hanya di Toraja pula kuburan justru adalah tujuan utama dan destinasi utama liburan. Jika di daerah lain kuburan dianggap tempat yang mengerikan, kuburan batu Toraja merupakan primadona pariwisata sudah sejak lama.


Tongkonan Tua yang Legendaris
Sensasi lain yang harus dicoba adalah menginap atau tidur semalam di rumah ada suku Toraja yaitu Tongkonan. Rumah adat yang bentuknya unik dengan berbagai ornamen khas suku Toraja ini mempunyai warna-warna mentereng yang tak jarang dipadukan warna hitam.

Ada beberapa tongkonan tua yang juga bisa menjadi tempat alternatif menginap selama di Toraja. selain hotel yang mempuyai kamar khusus model ini, obyek wisata Buntu' Pune juga bisa menjadi tempat yang nyaman untuk tinggal selama berada di Toraja. Bisa dibilang Tongkonan adalah penginapan terbaik di Toraja. Oleh nenek moyang suku ini, Tongkonan sudah dirancang sedemikian rupa untuk kenyamanan penghuninya. Sehingga kita akan merasa hangat tanpa kepanasan dan sejuk tanpa kedinginan.


Kopi Toraja
Toraja dengan ragam budaya yang unik dan memiliki banyak cerita rakyat sangat tepat untuk beristirahat dari segala hiruk pikuk kota. Suasana kampung yang asri sejauh mata memandang, udara yang sejuk dan nikmatnya kopi Toraja sebagai penghangat tubuh membuat daerah yang disebut tanahnya para raja ini seperti surga kecil di bumi.


Foto : Suzana Dorothea