Bertamu ke Rumah Raja di Puri Agung Peliatan Ubud

Secara bahasa, “puri” berarti “istana” dan “agung” berarti “besar”. Jadi, Puri Agung bisa diartikan sebagai Istana Besar dan memang berfungsi sebagai rumah Raja Peliatan sampai hari ini.

Ubud, Bali, merupakan destinasi favorit banyak orang karena keindahan alam dan budaya yang apik dan terjaga. Budaya Bali, baik itu dalam bentuk tarian, makanan, keramahan, pura, dan puri, semuanya menyimpan cerita yang menarik. Oleh karena itu, mengunjungi puri menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dalam tentang kebudayaan Bali. Salah satu puri yang patut untuk dikunjungi adalah Puri Agung Peliatan.

Puri Agung Peliatan adalah satu dari sedikit puri di Ubud yang terbuka bagi pengunjung untuk melihat pemukiman raja dan keluarganya. Secara bahasa, “puri” berarti “istana” dan “agung” berarti “besar”. Jadi, Puri Agung bisa diartikan sebagai Istana Besar dan memang berfungsi sebagai rumah Raja Peliatan sampai hari ini.

Masuk ke area pelataran depan, pengunjung akan langsung dimanjakan dengan keindahan arsitektur dan ukiran di gapura utama yang megah. Namun, ini belum seberapa dibandingkan dengan keindahan ukiran di area dalam rumah. Ukiran-ukiran Bali yang kental dilapisi warna emas memberi kesan mewah.

Layaknya bertemu dengan Raja, pengunjung harus berpakaian pantas untuk bisa masuk ke area dalam hunian. Umumnya, pengunjung akan dipinjamkan kain untuk menutup tubuh bagian bawah. Jika membuat janji khusus seperti saya, akan dipinjamkan baju adat Bali. Untuk perempuan adalah kebaya serta kain khas Bali, sedangkan untuk laki-laki dipinjamkan baju, kain, serta udeng (ikat kepala).

Kesan pertama berada di dalam area dalam Puri Agung adalah asri dan nyaman. Seperti komplek pemukiman Bali pada umumnya, area ini terdiri dari beberapa bangunan dengan sebuah pura kecil di tengah. Hijaunya taman yang memenuhi area ini membuat teduh dan berpadu cantik dengan bangunan-bangunannya. 

Suasana Puri Agung siang itu semakin nikmat dengan suguhan teh dan makanan ringan dari ibu-ibu pengelola puri yang masih bagian dari keluarga raja. Hidangan ini diletakkan dengan cantik pada semacam besek. Kami menyantap hidangan itu sambil duduk lesehan di salah satu bangunan yang dikhususkan untuk menerima tamu kerajaan. Tidak hanya itu, alunan gamelan Bali dan penampilan Tari Legong anak-anak semakin melengkapi pengalaman saya layaknya tamu kehormatan raja.

Hanya dengan beberapa jam berada di dalam Puri Agung Peliatan, saya semakin mengenal kebudayaan Bali dari perspektif yang berbeda. Hunian raja, seperti destinasi wisata lainnya di Bali, memberi pengalaman yang kaya dan berkesan. Setiap titiknya menyimpan pesona yang tidak bosan untuk dikagumi.