Rangkong, Burung Keramat Bagi Suku Dayak

Spesies burung unik yang mencuri perhatian dengan keindahannya. Hewan dilindungi yang hidup di hutan-hutan tropis Kalimantan ini menyimpan cerita filosofis terkait hubungan antar manusia dengan manusia, alam, bahkan leluhur.

Pulau Kalimantan adalah surga bagi beragam jenis flora dan fauna. Ada begitu banyak spesies endemik yang berhabitat di Kalimantan. Salah satu fauna yang populer di Kalimantan dan mendapat sorotan dunia adalah burung rangkong. Burung yang juga dikenal masyarakat setempat dengan nama burung enggang atau hornbill secara global ini adalah penghuni pulau Kalimantan. Mari berkenalan dengan si rangkong.


Penghubung dengan Leluhur
Ada banyak spesies rangkong yang tersebar di penjuru dunia, tetapi populasi terbesarnya berada di Pulau Kalimantan. Inilah yang membuatnya seolah identik dengan suku adat di Kalimantan, yakni Suku Dayak. Burung yang dikeramatkan ini menjadi metafora bagi hubungan manusia dengan lingkungan alamnya.

Bagi banyak orang, secara anatomi burung rangkong memang menarik perhatian. Dengan bentuk paruh yang besar dan mencolok, membuat burung rangkong jadi spesies yang menarik untuk diabadikan dalam foto. Paruhnya besar, seperti membengkok, dengan mahkota di atas kepalanya.

Sewaktu rangkong masih berusia muda, paruh dan mahkotanya berwarna putih. Namun, begitu dewasa, warnanya menjadi merah-oranye. Untuk berkembang biak, rangkong bertelur di batang-batang pohon. Relasi unik antara jantan dan betina terlihat ketika jantan mencari makan bagi si betina yang tengah menjaga sarang tempat bertelurnya.

Bagi suku Dayak, burung rangkong dijadikan medium yang bisa membawa pesan dari leluhur, dan berbagai jenis komunikasi spiritual lainnya. Sifat saling menjaga antara rangkong jantan dan betina juga dinilai sebagai representasi kasih sayang dan saling menjaga, membuat rangkong memiliki tempat khusus bagi kebudayaan Dayak. Inilah yang membuatnya mudah ditemui dalam motif-motif ukiran Dayak, dalam tari-tarian maupun pakaian.

Sebagai populasi burung yang cukup langka di dunia, rangkong dikategorikan sebagai hewan yang dilindungi. Nah, bagi Sobat Pesona yang datang ke Kalimantan dan menjumpai burung-burung rangkong, dapat turut menyuarakan ke masyarakat tentang berharganya burung rangkong bagi ekosistem sehingga patut untuk dijaga eksistensinya.


Foto: Prisca Andrian, Brenda Natasya G A, Bastian AS