4 Objek Wisata di Ciletuh Kesukaan Wisatawan

Jalan baru menuju lokasi dengan aspal mulus dan jarak yang lebih pendek memungkinkan pengunjung lebih cepat mencapai lokasi dari Palabuhan Ratu. Dari semua objek wisata yang ada di Taman Bumi (Geopark) Ciletuh-Palabuhanratu, saya pilihkan 4 objek wisata yang menjadi favorit pengunjung.

Dikaruniai bentang alam yang mengagumkan, kawasan Taman Bumi (Geopark) Ciletuh-Palabuhanratu di Kabupaten Sukabumi menyajikan objek-objek wisata yang eksotis. Jalan baru menuju lokasi dengan aspal mulus dan jarak yang lebih pendek memungkinkan pengunjung lebih cepat mencapai lokasi dari Palabuhan Ratu. Dari semua objek wisata yang ada di Taman Bumi Ciletuh-Palabuhanratu, saya pilihkan 4 objek wisata yang menjadi favorit pengunjung.

1. Puncak Darma
Panorama Teluk Ciletuh yang berbentuk tapal kuda bisa dilihat di Puncak Darma, Desa Girimukti Kecamatan Ciemas. Di sinilah, salah satu titik pandang yang menakjubkan menikmati panorama Ciletuh yang memanjakan mata. Perairan pirus-birunya yang tenang terlihat sempurna di ketinggian 230 mdpl titik pandang tersebut.

Puncak Darma menjadi spot favorit yang tak pernah dilewatkan pengunjung. Dengan keindahan tebing-tebing, persawahan hingga Pantai Palangpang bisa dinikmati dari Puncak Darma. Pesona keindahan terbaiknya adalah saat matahari terbenam karena bukit tersebut menghadap ke barat. Matahari akan tenggelam di tengah teluknya. Sementara gemerlap lampu geopark seketika akan mengganti guratan senja yang ada.

2. Batu Kodok
Objek wisata yang unik sekaligus estetis ini dikenal dengan nama Batu Kodok. Batu berbentuk kodok dengan mata lebar membelalak ini dapat diakses dengan perahu selama kurang lebih 30 menit dari Cikadal atau Pantai Palangpang di Kecamatan Ciemas. Biasanya gelombang laut di sekitar lokasi bebatuan ini besar sehingga perahu jarang bisa merapat dan mendarat di sana. Formasi bebatuan purba ini terbentuk pada kala Eosen yakni 54-38 juta tahun yang lampau.

Menuju lokasi Batu Kodok, satu dari banyak nama batuan unik mirip binatang di Ciletuh, melewati perairan Pantai Palangpang yang menakjubkan. Selain dapat melihat pulau-pulau kecil purba, juga tersaji sensasi lain yang fantastis. Dalam pelayaran, jika beruntung, penumpang bakal dihibur tarian genit lumba-lumba. Tak jauh dari perahu, satu dua lumba-lumba hitam kerap melompat  menyapa wisatawan.

3. Curug Cimarinjung
Air terjun atau curug ini yang paling dekat dengan tepi Pantai Palangpang, Ciemas. Curug ini punya ciri khas yakni airnya berwarna kecokelatan. Sebabnya, di hulu sungainya terdapat aktivitas penambangan emas. Lokasi objek wisata ini masih alami dan cukup jauh dari permukiman penduduk. Alamnya masih asri dan cocok bagi pengunjung yang menyukai petualangan di alam bebas.

Curug Cimarinjung dengan tinggi sekira 50 meter punya keindahan yang menakjubkan sekalipun dilihat dari kejauhan. Air terjun bebas demikian deras dari perbukitan tebing batu tua yang berwarna kecokelatan. Banyak spot menarik seperti bongkahan batu besar yang mengapit aliran sungai hingga kolam di bawah air terjun yang bermuara ke Teluk Ciletuh.

4. Curug Sodong
Warga setempat menyebutnya dengan nama Curug Sodong. Apa sebab? Di balik air terjun ini, terdapat cekungan atau kolong besar yang menyerupai gua yang dalam bahasa Sunda disebut “sodong”. Curug dengan tinggi sekitar 20 meter ini dikelilingi pepohonan rindang, asri dan relatif masih alami. 

Curug yang terletak di Desa Ciwaru Kecamatan Ciemas ini juga dikenal dengan nama Curug Kembar atau Curug Panganten sesuai dengan legendanya. Jika dilihat, memang ada dua aliran yang sama besar di tebing jatuhnya air layaknya pengantin dan ditampung di kolam yang mengalir. Akan tetapi, sebetulnya air berasal dari aliran yang sama kemudian terbagi dua di undakan paling bawah. Aliran air kembar inilah yang menjadi daya tarik utama Curug Sodong.