5 Tenun Ikat Memikat dari Nusa Tenggara Timur

Nusa Tenggara Timur memiliki kekayaan wastra yang indah dan beragam. Tiap daerah memiliki ragam motif, corak, dan warna kain yang berbeda. Bayangkan, betapa kaya dan memikatnya kain-kain tenun buatan tangan ini.

Kain tenun Nusa Tengga Timur merupakan kain yang dibuat dari proses menenun oleh masyarakat lokal. Menenun merupakan kemampuan yang diajarkan secara turun-temurun oleh masyarakat dan menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari.

Setiap suku di Nusa Tengga Timur mempunyai keunikan masing-masing dalam hal corak dan motifnya, yang merupakan simbol kehidupan sehari-hari mereka serta mempunyai ikatan emosional yang cukup erat. Berikut lima kain tenun di beberapa wilayah di Nusa Tenggara Timur, memikat, bermotif unik dan sempurna untuk oleh-oleh dari perjalanan Sobat Pesona.


Tenun Ikat Alor
Karena letaknya yang berdekatan dengan laut, kain tenun ikat dari Alor mempunyai corak menyerupai berbagai biota laut, seperti kepiting, cumi-cumi, dan kura-kura. Keistimewaan lain kain tenun ini adalah cara pembuatannya yang menggunakan mesin pintal dan tenun sederhana, menggunakan pewarna alami dari tumbuhan dan hewan laut, seperti ikan dan teripang.


Tenun Khas Sikka
Kain tenun khas daerah ini biasanya selalu menggunakan warna gelap, seperti hitam, coklat, biru, dan biru hitam. Motifnya pun mempunyai ciri khas tersendiri, yaitu motif okukirei yang berdasarkan kisah tentang nenek moyang subetnis Sikka yang dulunya adalah pelaut ulung. Figur nelayan, sampan, udang, dan kepiting menjadi ciri khas motif kain tenun dari Sikka ini. Selain itu, ada juga motif yang dihiasi dengan bunga mawar, yang dulunya merupakan motif khas untuk putri-putri kerajaan Sikka.


Tenun Ikat Bajawa
Tenun Kabupaten Ngada dikenal dengan sebutan Sapu Lue dan Lawo, dan proses pembuatan motifnya ada bagian benang yang diikat agar tidak terkena pewarna saat proses pewarnaan. Ciri khas tenun ini menggunakan warna-warna gelap, yaitu kombinasi warna biru dan coklat dengan garis-garis sederhana. Motifnya pun beragam dan sederhana, seperti motif kuda dan kaki ayam.


Tenun Ikat Ende Lio
Tenun di ini menggunakan warna coklat dan merah, serta mempunyai motif langka yang disebut dengan omembulu telu atau tiga emas. Menurut kepercayaan masyarakat lokal, kain tenun motif ini dapat membuat pemiliknya menjadi kaya raya. Jenis motif kain tenun Lio lainnya mendapat pengaruh dari kain patola India, dengan morif khas berbentuk ceplok serupa dengan jelamprang pada batik lalu dihiasi dengan motif dahan dan daun.


Tenun Ikat Timor
Warna-warna kain tradisional Pulau Timor ini sangat kuat dan berani, seperti coklat, hitam, ungu muda, biru, kuning, dan putih. Motif kain tenun ini banyak menonjolkan corak morif burung, cicak, buaya, bunga-bunga, atau motif dedaunan. Bahan utama kain tenun ini adalah kapas pintal tangan dan benang siap pakai yang tersedia di toko.


Foto: Silvia Winda