Mengejar Blue Fire, Fenomena Api Biru Kawah Ijen

Fenomena api biru berasal dari reaksi pembakaran belerang yang menghasilkan panas dan cahaya. Di Indonesia, satu-satunya tempat di mana kita bisa menyaksikan langsung fenomena blue fire ini ada di Kawah Ijen, Banyuwangi.

Gunung Ijen dengan ketinggian 2.443 mdpl menyimpan pesona yang menakjubkan. Gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi ini ramai didaki oleh wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, karena terkenal akan fenomena alamnya di Kawah Ijen yang langka, blue fire.

Mendaki Gunung Ijen dibutuhkan waktu sekitar 3-4 jam, dengan medan tanah berpasir dan bebatuan terjal. Setelah itu, kita akan mencapai sebuah kawah yang mempunyai kedalaman 200 meter dengan luas mencapai 5.466 hektar. Pesona api biru bisa dilihat di dalam Kawah Ijen ini.


Desember, Antara Jam 02.00 - 04.00 Pagi
Blue fire merupakan sebuah kebetulan yang terjadi secara berkelanjutan. Kawah Ijen dengan kandungan belerang yang begitu besar bertemu dengan panas bumi bertekanan tinggi sehingga terjadilah reaksi oksidasi. Reaksi pembakaran belerang inilah yang menghasilkan panas dan cahaya, dan kemudian diterima sebagai warna biru oleh reseptor mata manusia.

Waktu terbaik melihat blue fire adalah saat dini hari, antara pukul 02.00-04.00. Memulai pendakian disarankan pada malam hari sekitar pukul 22.00 agar perjalanan mendaki bisa lebih santai. Jalanan menuju dasar kawah tidak mudah dilewati karena terdapat jalur menanjak sepanjang 3 km dan sekitar 700 m jalan menurun menuju dasar kawah.

Selain jalurnya yang menantang, perjuangan menuju Kawah Ijen juga tidak mudah. Saat menuruni jalur menuju perut kawah, Sobat Pesona harus berbagi ruang dengan para penambang belerang yang mengangkut puluhan kilogram belerang. Selain itu, kondisi akan semakin sulit jika terdapat banyak pendaki.

Bulan terbaik untuk melihat blue fire Ijen ini adalah setelah Desember karena intensitas kabut di Kawah Ijen lebih rendah. Dengan kondisi tersebut, Sobat Pesona bisa melihat birunya danau dan blue fire tanpa terhalang kabut. Bila kabut tinggi dan tebal, blue fire hanya terlihat samar dan cenderung redup, bahkan tidak terlihat sama sekali.

Setelah menikmati blue fire pada dini hari, Sobat Pesona bisa melanjutkan pendakian menuju puncak Gunung Ijen sekitar 1 km dari kawah. Di sini, Sobat Pesona bisa melihat pemandangan matahari terbit. Dari puncak gunung ini, Sobat Pesona juga bisa melihat jauh menyeberangi daratan, bahkan bisa melihat puncak Gunung Merapi yang terletak di sebelah timur Kawah Ijen.


Foto: Calvin Damas Emil