Sapeq, Gitar Tradisional Suku Dayak yang Unik

Unik karena bentuknya yang khas. Sapeq lebih ramping dari gitar pada umumnya, pada bagian ujungnya terdapat ornamen khas Dayak, seperti kepala burung enggang dan aneka ukiran.

Sapeq adalah alat musik petik tradisional Suku Dayak, yang dibuat dari bahan kayu pilihan dengan kualitas terbaik. Disebut juga dengan Sape atau Sampe, yang dalam bahasa lokal Dayak, dapat diartikan ‘memetik dengan jari’.

Alat musik sapeq mempunyai ciri khas bentuknya yang ramping, bertangkai kecil, mempunyai dua senar atau tali dari bahan plastik, sepanjang satu meter. Meskipun sama-sama berjenis alat musik petik, Sapeq agak berbeda dengan gitar dalam cara memainkannya.

Dalam memainkan gitar harus menggunakan satu tangan untuk memetik senar, sedangkan tangan lainnya untuk megatur nada pada dawai yang terdapat di gagang gitar. Lain halnya dengan sapeq, yang mana alat musik ini menggunakan jari-jari kedua belah tangan untuk memetiknya.


Alat Menyatakan Perasaan, Doa dan Mantra
Dalam kehidupan sehari-hari orang Dayak, seni musik dan alat-alat musiknya menjadi salah satu media yang diperlukan dalam pelaksanaan upacara-upacara adat, selain sebagai sarana hiburan. Sapeq sendiri merupakan alat musik yang berfungsi untuk menyatakan perasaan, baik perasaan riang gembira, rasa sayang, kerinduan, hingga rasa duka.

Pada zaman dahulu jika memainkan Sapeq siang hari, umumnya irama yang dihasilkan menyatakan perasaan gembira dan sukaria. Sedangkan jika dimainkan saat malam hari, biasanya akan menghasilkan irama yang bernada sendu, syahdu, atau sedih.

Alat musik ini mampu membuat orang yang mendengarnya merinding hingga menyentuh tulang atau perasaan mereka. Saat bunyi petikan sapeq terdengar dalam pelaksanaan upacara adat, seluruh orang akan terdiam, kemudian terdengar sayup-sayup lantunan doa atau mantra yang dibacakan bersama-sama. Dalam suasana ini, tak jarang di antara mereka ada yang kerasukan roh halus atau roh leluhur.

Sapeq terbuat dari bahan kayu pilihan dan berkualitas baik seperti kayu pelantan, kayu adau, kayu marang, kayu tabalok, atau sejenisnya. Jenis-jenis kayu ini dipilih karena kuat, tidak mudah pecah, keras, tahan lama, dan tidak mudah rusak atau dimakan binatang. Semakin keras dan banyak urat daging kayunya, maka bunyi yang dihasilkan akan semakin keras dan semakin baik.

Sedangkan senar atau dawai Sapeq, awalnya menggunakan tali yang berasal dari serat pohon enau atau aren. Namun sekarang, senar Sapeq sering dibuat dari bahan kawat tipis atau plastik sehingga bunyinya akan terdengar lebih nyaring.


Foto: Dedy Kurniawan