Bajamba, Tradisi Makan Bersama ala Minangkabau

Makanan bersama akan terasa jauh lebih nikmat. Itulah mengapa makan Bajamba sangat menarik untuk dicoba, khususnya ketika berkunjung ke Sumatera Barat.

Sumatera Barat sangat populer dengan kulinernya yang khas, kaya akan cita rasa dari santan dan bumbu rempah. Kuliner ini lebih sering disebut dengan masakan Minang atau masakan Padang. Banyak orang Indonesia yang menyukai masakan Padang, mulai dari rendang, dendeng balado, gulai itiak, kalio, sampai sambalado. Tidak hanya orang Indonesia, warga Internasional pun sudah mengakui kenikmatan kuliner khas Sumatera Barat. Bahkan, rendang sempat dinobatkan sebagai makanan terenak di dunia.

Menyantap kuliner Minang yang cenderung pedas ini lebih mantap jika dilakukan bersama-sama. Dengan berkumpul, berbagi, dan bercengkrama bersama teman atau keluarga, rasa makanan akan terasa jauh lebih nikmat. Itulah mengapa makan Bajamba sangat menarik untuk dicoba, khususnya ketika berkunjung ke Sumatera Barat.

Bajamba merupakan tradisi makan masyarakat Minangkabau. Dalam Bajamba, biasanya terdiri dari tiga hingga lima  orang duduk lesehan bersama-sama mengelilingi santapan yang sudah tersusun apik. Biasanya, nasi dan lauk pauk disajikan dalam satu nampan atau pinggan besar dengan tudung berwarna-warni yang khas. Tentunya makanan yang disajikan adalah kuliner Minang yang menggugah selera, seperti rendang daging, gulai ayam, terong balado, perkedel dan lainnya.

Biasanya, Bajamba hanya dilakukan pada hari-hari besar agama Islam, upacara adat dan upacara-upacara penting lainnya. Namun, karena tradisi Bajamba ini ingin lebih dikenal ke pengunjung yang datang ke Sumatera Barat, beberapa rumah makan tradisional menyediakan paket untuk Bajamba ini. Salah satu rumah makan yang menyediakan adalah rumah makan Sawah Laman di daerah Batusangkar. Letaknya tidak jauh dari Istana Pagaruyung. Jadi, sangat cocok untuk dicoba sebelum atau sesudah Sobat Pesona mengunjungi Istana untuk melengkapi perjalanan budaya Minangkabau.

Secara harfiah, Bajamba mempunyai makna yang dalam bagi orang Sumatera Barat. Tradisi makan bersama ini memupuk rasa kebersamaan dengan setiap orang, tanpa melihat adanya perbedaan status sosial. Itu pula yang saya rasakan ketika mencoba Bajamba dengan teman-teman dari berbagai negara saat saya mencoba tradisi ini untuk pertama kali. Kami dipersatukan oleh kuliner dan tradisi Minang yang membuat saya ingin terus melakukannya.